Megawati Soekarno Putri: Tolonglah Saya... Sebuah video berdurasi selama 1 menit 20 detik beredar di sosial media Facebook. Sebuah video berupa pernyataan ketum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Ada yang lain dari isi video itu? "Tolonglah saya.... untuk kita bisa memenangkan pada putaran kedua ini untuk bisa mendapatkan pemimpin pemerintahan yang benar-benar akan melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin yang baik."
Pertanyaannya... Apakah ini sebuah signal yang mulai dibaca oleh Megawati, bahwa kandidat yang diusungnya mulai terlihat kewalahan dan ada signal akan kalah? Wallahu a'lam.
Komentar Makjleb Netizen
Haji Yusuf Efendi Fendi: Klau aku bantu..ibu. Lantas siapa yg membantuku kelak karna dialmaidah dah jelas..kami dilarang untuk memilih orang kafir..memang bagiku mulanya biasa saja tapi setelah penghinaan kepada isi alquraan kami..dan para alim ulamak yg seolah 2 lebih hina dr pada koruptor disitu..terasa sedih dihatiku...sakitnya tuh disini..buk....belum lagi pertanggung jawaban pada tuhanku..apa ibu bisa membantuku kelak.
Dalam kehidupan demokrasi yang sehat, konon katanya hal ini akan berjalan dengan baik jika semua elemen mematuhi aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Salah satunya adalah menghindari bagi-bagi uang (money politic) saat kampanye.
Akan tetapi, agaknya hal ini tidak diindahkan Ahoker atau pendukung Ahok ini. Alih-alih sebagai ketua parpol yang seharusnya memahami persoalan ini, akan tetapi ia justru memberikan contoh yang tidak baik.
Silakan cek video berikut ini dan Anda pun akan dibuatnya tercengang!
AROGANSI PECALANG BALI... Padahal Sang Muallaf Sudah ingin Pulang, tapi DIPUKUL'... INIKAH TOLERANSI YANG KALIAN KOAR2 ??? #BaliIntoleranhttps://t.co/R3dGB2Qk0e
Sudah waktunya skrng KALIAN YG TDK PUASA MENGHORMATI YG PUASA! jgn dibalik2 lagi. Atau kami akan bertindak seperti dibali #BaliIntoleranhttps://t.co/HrCsuysVjp
Dicari: Setelah AHY Tersingkir Di Putaran Pertama, Antasari Azhar Menghilang Bak Ditelan Bumi - Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada masa putaran Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 ini, nama Antasari Azhar sangat santer terdengar. Tapi, sepertinya ada yang aneh dengan hal ini.
Mengapa? Coba perhatikan sekarang! Saat Paslon AHY kalah di putaran pertama, nama Antasari Azhar seolah hilang ditelan bumi. Ada apa ini? Siapa pembuat skenarionya? Apa dan mengapa?
Netizen pun beramai-ramai mempertanyakan hal ini...
Dicari: Setelah AHY Tersingkir Di Putaran Pertama, Antasari Menghilang bak ditelan Bumi. pic.twitter.com/wgzrXVxvae
Beredar Klarifikasi Ustadz Abdullah Taslim: Ada Pihak yang Menyebarluaskan (Audio Ceramah) Tanpa Izin Karena Ini Menyangkut Jawaban Pribadi - Klarifikasi Ustadz Abdullah Taslim atas Beredarnya Broadcast Tulisan yang Mengatasnamakan Beliau
Bismillah... Alhamdulillah washalatu wa salam 'ala Rasulillah ama ba'du: Telah sampai kepada ana, Abdullah Taslim
Berita tentang tersebarnya sebuah pernyataan yang direkam dari ucapan ana sendiri, sehubungan dengan beberapa orang yang ditanyakan, yang itu saya sampaikan di sebuah group WA sebagai pembina secara pribadi....
Kemudian sudah saya nasihatkan supaya tidak disebar karena itu menyangkut nama orang... Tapi qadarullah ada orang yang menulis dan memprovokasi dengan menambah-nambahkan itu sebagai dari "Radio Rodja yang mesti benar, mesti tidak mungkin salah"...... ini tidak mungkin dikatakan oleh seorang muslim yang berakal apalagi yang kenal agama, (maka) tidak ada maksud untuk menjelaskan seperti itu...
Penjelasan saya tadi adalah dalam hal menerapkan kaidah ilmu, (yaitu) kepada siapa kita mengambil ilmu...
Ketika ditanyakan kepada saya dan saya menukil para ustadz yang lain juga tidak mengenal, maka kita katakan kami tidak kenal...
Kalau orang itu kita terima sebagai teman kita, sebagai orang yang kita anggap sebagai saudara......kita terima.
Tapi untuk mengambil ilmu itu maka harus orang yang ahli...harus orang yang ahli... Sama kalau kita ditanyakan misalanya, kita ingin berobat kepada seseorang tetangga kita yang baik....tentu kita tidak akan datang berobat hanya karena dia baik kan?
Harus dia ahli, dalam hal ini dia benar-benar menguasai ilmu kedokteran, benar-benar dia sudah resmi dapat izin untuk buka praktek...itu maksudnya.
Adapun orang yang tidak kita kenal...mungkin kita anggap dia baik, mungkin kita anggap dia ramah, tapi tidak mesti itu kita jadikan sebagai tempat untuk jadi rujukan dalam bidang ilmu tertentu. Itu yang saya tekankan di akhir yang kelihatannya itu kemudian dipotong dan tidak disebarkan.
Kemudian apalagi menyebutkan nama tokoh tertentu yang saya sempat contohkan memang, saya contohkan dengan menukil ucapan ulama yang ada di Saudi, dalam hal ini Syaikh Bin Baz rahimahullah Ta'ala, yang itu bukan tujuannya untuk menjelek-jelekkan tokoh tapi ketika terjadi perdebatan di antara para ulama ada orang yang dinilai seperti itu oleh para ulama kita...
'Ala kulli haal....jadi kesimpulannya, apa yang disebutkan dalam tulisan tersebut adalah fitnah, sangat provokatif, tujuannya untuk mengadu domba... Semoga ikhwan-ikhwan yang kenal sunnah, yang paham tentang agama, tidak menelan mentah-mentah begitu saja...
Ini juga akibat di antara mudahnya penyebaran berita di media sosial dan saya sudah ingatkan berkali-kali anggota group (saya sebagai pembina), harusnya jangan disebar, jangan diekspos keluar karena ini menyangkut jawaban pribadi.
Dan saya sebagai pembina tentu ketika ditanya, saya harus memberikan jawaban di dalam group tersebut.
Dan saya berlepas diri ketika ada orang yang menyebarluaskannya tanpa izin kemudian juga...apalagi dengan cara yang ditambah-tambahkan dengan tulisan seperti ini... Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita semua dari segala keburukan...
Na'am demikian, shallallahu wa salam wa baarak 'ala Nabiyyina Muhammad wa 'ala aalihi washahbihi ajma'iin...walhamdulillahi rabbil 'aalamiin.
Cileungsi, 27 Jumadal Akhirah 1438 / 25 Maret 2017
*Disebarnya transkip rekaman ini atas permintaan dan persetujuan dari beliau agar fitnah dalam BC tersebut bisa diluruskan.
Ust. Adi Hidayat, Lc., MA _Hafidzohullah_... Percayalah Semakin engkau di CELA oleh "Si PENGAPLING KEBENARAN" , maka semakin banyak Umat Mencintaimu.... Aneh bin Ajaib yang jelas sesat Gak pernah di kritik, Sesekali PIKNIK lah... Supaya lebih Bijak Mensikapi Sesuatu
KOMENTAR PARA ASATIDZ & KALANGAN INTELEKTUAL TERHADAP USTADZ ABDULLAH TASLIM (PEMATERI TV/RADIO RODJA).
Tersebar rekaman suara/audio Ustadz Abdullah Taslim,Lc.MA , salah seorang pemateri Radio/TV Rodja yang menyatakan agar para akhwat & ummat menjauhi dan tidak mengambil ilmu dari Ustadz Adi Hidayat, dengan alasan bahwa yang bersangkutan adalah orang yang MANHAJNYA BERMASALAH DAN PEMAHAMANNYA RUSAK meskipun pintar dan memilki hafalan Al-Qur’an & Hadits yang kuat berikut halaman dan nomor-nomornya; sebab orientalis pun hafal qur'an dan hadits berikut halaman dan nomor-nomornya.
=> Berikut ini komentar dan tanggapan para ASATIDZ, AKADEMISI serta AKTIVIS PERGERAKAN terhadap pernyataan Ustad Abdullah Taslim Hadahullah.
* Ustad Farid Ahmad Okbah, Lc.MA: Siapa yang menjamin mereka sudah pasti benar?! Orang ini (Abdullah Taslim) tidak ilmiah. hanya menanamkan kebencian dan membangun taqlid buta, wallahul mustaan.
* Ustad Dr. Anung Al-Hammat, Lc.M.Pd: Mereka mengklaim kelompok yang paling benar, luar biasa menyimpangnya mereka. Wal-‘Iyaadzubillah.
* Ustad Zulham Effendi Ishaq, M.Pd: Menurut ana mereka ini tepatnya bukan multaqa ad-du'at (perkumpulan para da’i). tapi هيئة التحذير والتبديع (perkumpulam tukang tahdzir & tabdi’). Karena da’i-da’i yang mereka maksud hanya kalangan mereka.
* Ustad Abdurrahim Ba’asyir: Masak dia nyalah-nyalahin Ustad Adi Hidayat gara-gara nyebutkan nomor ayat? Dia tidak menjelaskan dimana kebatilan yang di ajarkan oleh Ustad Adi Hidayat. Dengan bicara begitu semakin menunjukkan bahwa Talafiyyin ini mengajarkan ummatnya untuk bertaqlid buta. Benar-benar da'i yang menyeru kepada fitnah. Allahu Yahdihim.
* Ustad Bukhari Tanmia, Lc: Aneh banget manhaj orang ini. menilai manhaj seseorang dari furu' fiqih, sama seperti menilai manhaj orang dari Qunut, jenggot, dll. ini hizbiyyah banget.
* Ustad Harman Tajang, Lc.M.Hi: Sulit mengakui kelebihan orang lain adalah sebuah penyakit, dan lebih parah lagi menutupi kekurangan diri sendiri dengan mendiskreditkan orang lain, dan sangat lebih parah lagi jika mengatasnamakannya dengan “MANHAJ”.
* Ustad Farid Nukman Hasan: Ini bukan ‘Salafi’ (Pecinta Salaf), tapi 'Shalafiy' (pembual). Keterangan dan pernyataan Abdullah Taslim memperkuat apa yang ana tulis dalam artikel "Standar Kesalafian" .. cara melihat salafi atau tidak di lihat dari apakah setuju demo atau tidak .., jaahil sekali.
* Ustadzah Ir. Dzakiyyah Rasyied, S.Ag: Analogi dari saya begini..., jika yang cerdas, punya hafalan kuat, mutqin hafalan qur'an dan Haditsnya, dan lembut tutur katanya dalam dakwah adalah orang yang bermanhaj rusak.., lalu bagaimana dengan orang yang lisannya tajam, hafalannya tidak sebagus “yang manhajnya rusak”, lalu dakwahnya profokasi ??? Jadi tolak ukur lurus manhaj itu seperti apa?!
* Ustad Anshari Taslim, Lc: Bisa menghafal ayat-ayat al-qur'an lengkap dengan nomor ayatnya itu adalah suatu kelebihan karena memudahkan pendengar untuk merujuk, dan informasi yang diterima audiens akan lebih lengkap. Jadi kalau anda tak mampu melakukannya, maka jangan salahkan orang yang bisa melakukannya. Adapun bahwa para ulama masa lalu dan masa kini tak ada yang melakukan itu, maka itu bukan hujjah sedkitpun sehingga mengurangi nilai kelebihan tersebut. Betapa banyak ulama kecil punya beberapa kelebihan yang tak dimiliki ulama besar. tentu dirimu tahu pernyataan Syaikh Al-Albani terhadap kelebihan Syaikh Abdullah Ad-Duwaisy. Kalaupun ada orientalis mampu melakukan itu maka justru itu menjadi cambuk bagi kita (ummat islam, khususnya para penuntut ilmu) harusnya kita bisa lebih hebat dari orientalis, apakah kalau orientalis bisa hafal hadits maka kita tak usahlah menghafal hadits? Apakah kalau khawarij rajin shalat malam kita kendorkan shalat malam kita biar beda sama Khawarij? Justru harusnya kita lebih rajin daripada Khawarij.
Kalau memang ada kesalahan hendaknya bahas kesalahan itu secara ilmiyyah sebagaimana para ulama terdahulu terbiasa membantah pendapat ulama lain degan adab dan ilmiyyah pula. Buktikan saja letak kesalahan pemikiran dia dimana dengan hujjah yang ilmiah dan bersiaplah untuk mendapat reaksi pula, karena bantahan akan dibalas pula dengan bantahan. Selain itu, adanya beberapa pendapat yang kita anggap tak sesuai dengan pendapat kita tak lantas menjadikan orang tersebut sesat, karena bisa jadi pendapat dia yang benar dan pendapat kita yang salah. (Adapun klarifikasi yang di buat olehnya)..., itu bukan klarifikasi, tapi ngeles. bandingkan dengan rekaman asli sebelumnya. Bicara masalah bashirah, bashirah macam apa yang didapat dalam perkataan Abdullah Taslim itu selain meremehkan kelebihan Adi Hidayat !??, sedangkan perbandingan yang dia buat dengan para orientalis juga perbandingan yang keliru, justru yang meng-iya-kan perkataannya itulah yang bertaqlid buta tanpa bashirah.
Ustad Abu ‘Izuddien Al-Hazimi: Jannah yang luasnya seluas langit dan bumi seakan hanya kaplingan perumahan yang sangat terbatas kuotanya. (Kalau Ustad Adi Hidayat manhajnya dianggap tidak jelas), lalu yang manhajnya jelas itu apakah seperti Badrussalam yang menganggap Densus 88 berijtihad ? Atau Riyadh Bajrie yang menghalalkan penumpahan darah demonstran ? Atau Yazid Jawaz yang menganggap persatuan dan ukhwwah itu harus semanhaj ? Sebaiknya mereka disuruh bantu ngurusin kambing ulil amrinya yang suka lepas keluar kandang daripada ngrecokin umat yang sedang berjuang menghadapi si penghujat Islam dan penguasa zhalim tukang bikin onar.
Mereka ini ngga pernah terjun ke lapangan merasakan betapa sulitnya menghadapi Kristenisasi, Syi’ahisasi, Komunisme, JIL , kebobrokan moral generasi muda, maraknya gereja liar, LGBT dan sejibun problem umat Islam lainnya. Mereka hanya duduk di depan meja sambil ceramah bla bla bla lalu di syuting seraya mentahdzir & mencela orang sana-sini.
Mereka serahkan semua problematika umat kepada “Ulil Amri yang jelas-jelas mendukung segala kemaksiatan ini”. Mereka tak akan pernah merasakan dinginnya penjara karena menentang peredaran miras atau pembangunan diskotik dan gereja liar, karena bagi mereka semua ini adalah perbuatan khawarij yang tidak percaya kepada Ulil Amri. dan saya tidak yakin mereka pernah merasakan tekanan penguasa dan aparat yang zhalim ini. Yang ada justru mereka dipuja-puji oleh para munafiqin ini.
Saya ngga yakin mereka bisa mendefinisikan apa itu sifat munafiq lalu menunjuk hidung siapa mereka yang termasuk gembongnya munafiq.
* Ustadz Abdullah Shalih Hadrami: Silahkan ikuti kajian-kajian Ustadz Adi Hidayat hafizhahullah, insya’ Allah mendalam ilmunya, mantap, menyejukkan dan mencerahkan, tentu bermanfaat dunia dan akhirat, aamiin.
* Ir. Djamhir Djamruddin, MT: Dia tidak menjelaskan dimana letak salahnya manhaj ustad adi hidayat; mengutip nomor ayat dan hadits dia anggap masalah hanya karena ulama-ulama tidak melakukan yang seperti itu (menurut anggapannya), padahal ustad-ustad rodja pun sering mengutip nomor ayat dan hadits kalau ceramah. Menurut saya, hanya manhaj pendengki & pendendam saja yang setuju dengan pernyataan Abdullah Taslim dan konco-konconya itu. Tidak ada substansi “manhaj bermasalah” dan “manhaj tidak bermasalah” itu. Mohon jangan sebarkan lagi rekaman audio Abdullah Taslim itu, cukup sampai di sini saja. Khawatir kita termasuk ke dalam barisan orang-orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian.
* DR. Dewi Maghfirah, M.Pd: Sebenarnya orang ini kurang Ilmu namun merasa berilmu. Pernyataan orang ini (Abdullah Taslim) terhadap Ustad Adi Hidayat masih bersifat prematur karena tidak dilandasi oleh hujjah yang ilmiah. Contohnya, ia tidak menyebutkan prnyimpangan Ustad Adi Hidayat kecuali hanya karena beliau menghafal nomor dan nama surat dengan benar dan tepat. Tidak disebutkan penyimpangan Manhaj apa yang esensi dan substansial dari Ustad Adi Hidayat. Hanya dikatakan tidak jelas asal usul keilmuannya. aneh sekali ini orang.
Orang ini juga menilai baik tidaknnya manhaj seorang da’i diukur pada tanggapannya tentang demo, padahal sudah jelas penjelasan para ulama di Indonesia tentang demo, sesuai penyataan Ulama besar Saudi yang datang ke Indonesia beberapa waktu lalu bahwa persoalan demo hendaknya ditanyakan pada ulama setempat yang lebih mengetahui kondisi di Indonesia. Kesimpulan dari saya, hendaknya kita berhati-hati dalam hal tahdzir-mentahdzir ini. Kebiasaan mentahdzir tanpa kaedah yang benar dan tanpa dilandasi bukti yang kuat apalagi sampai mencemarkan nama baik seseorang adalah tindakan yang melanggar hukum. menurut undang-undang, mencemarkan nama baik seseorang bisa di pidanakan. Orang yang tidak menerima hal tersebut bisa balik menuntut lewat jalur hukum yang ada di negeri kita. Apalagi untuk mereka yang sangat mengagungkan pemerintahan “yang sah”, menuntut lewat jalur hukum bukan suatu penyimpangan bagi mereka. wallahu ta'ala a'lam..
* Ir. Noto Prabowo, M.Sc. : Kalau liat ceramah-ceramah da’i talafi, hati ini langsung hambar dan maju mundur.
* Taoufik Rusdiana, Ph.D.,Apt. : Geblek ini ustadz rodja... bolak-balik mengatakan manhaj Ustadz Adi Hidayat bermasalah tapi tidak menjelaskan dimana bermasalah nya.... Malah menyoroti kemampuan ustadz adi yang hafal qur'an dan hadits beserta nomor ayat dan halaman-nya... Dan disuruh membandingkan dengan ulama lainnya dimana ulama lain-nya tidak sampai hafal nomor ayat dan halaman. Ya justru itulah kelebihan ustadz Adi Hidayat yang Allah berikan. Kasihan sekali orang-orang persiradja ini. Cara berfikirnya mirip kecebong Ahokers... Duh ya Allah... Astagfirullah...
* Dicky Oktafian, SE: Sifat talafi ini seperti seolah-olah ia mengatakan "ana khairun minhu" (saya lebih baik darinya). Dahulu para Syaikh memaparkan materi tidak perlu menjelaskan indeks Quran ataupun Hadist karena para pendengarnya adalah orang-orang yang juga berilmu; sekurang-kurangnya ilmu pada waktu itu masih dekat dari sumbernya. nah sekarang dipaparkan lengkap dengan indeks-nya karena pendengar nya banyak orang yang masih jahil yang perlu diberikan materi ilmu yang lengkap bukan sebagai gagah-gagahan. Pernyataan Ustad Abdullah Taslim ini merupakan bentuk kesesatan akademisi, kelelahan dalam referensi, bahkan pikun dalam menilai amalan lahiriah.
* Abu Habibi (Aktivis Wahdah Islamiyyah) : Kalau mau klarifikasi harusnya langsung sama Ustad Adi Hidayat. Sampaikan kepada beliau “kami (Rodjaliyyun) sudah nge-gibahin antum, kami mengaku salah bla...bla... kami mohon maaf”. Itu baru klarifikasi namanya. Tapi ya sudah nampak, semua berawal dari perkara mencari ridha makhluq. makanya ngomong gak pakai akhlaq dan ilmu.
* Regy Novianto putra (Aktivis Hizbut Tahrir): Ada korelasinya antara “nyebut ayat pakai nomor” dengan “manhaj”, karena membolehkan demo maka dianggap tidak pantas jadi guru. Sepertinya ini hanya perkara jealous saja, cemburu alias iri. karena Ustad Adi Hidayat,Lc sudah semakin terkenal dan disimak banyak orang. Padahal Dr.Zakir Naik saja yang sering dicap “wahabi” kalau ceramah selalu menyebutkan nomor, kenapa sekarang Ustad Adi Hidayat melakukan hal yang sama lalu dikomentari seburuk itu. Aneh sekali. Mungkin dia buat klarifikasi karena melihat banyak yang pro ke Ustad Adi Hidayat, akhirnya daripada dia kehilangan pundi-pundi rupiah lebih baik buat klarifikasi. Malu gak masalah, yang penting dapur tetap ngebul 😊.
* Nafianto Gusta (Cahaya Salaf Group): Menuding seseorang manhajnya bermasalah hanya karena perbedaan dalam urusan furu' (cabang) bukan ushul (pokok), adalah bentuk kepicikan intelektual.
* Ummu Sumayyah As-Salafiyyah: Jangankan Ustadz Adi Hidayat, sekelas Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, DR. Zakir Naik, dan Syaikh Muhammad Al-‘Arifi saja dipertanyakan manhajnya oleh mereka dan tak aman dari tahdziran mereka. Kalau ada yang masih percaya mereka adalah ahlussunnah yang paling “WAW”, berarti memang orang tersebut sedang error keseluruhan panca inderanya.
Agama mereka, mujahadahnya sebagai satpol manhaj dan ahli tahdzir. Kedua hal tersebut adalah syarat wajib bagi da’i-da’i dari kalangan mereka. yang di tahdzir adalah lelaki merdeka yang bisa kemana-mana, sementara yang mentahdzir adalah lelaki yang rela berada dalam pasungan kibarnya. Lalu, membuat klarifikasi atas rekaman suaranya yang beredar, semakin menunjukkan bahwa hakikat mereka memang bermuka dua. Maklumlah, bini’ 3 penghasilan seret dan kalah pamor, jadinya begitu deh.. 😊
-Selesai-
Demikian beberapa komentar & tanggapan para asatidz, aktivis, dan para akademisi terhadap tahdzir opolsan Ustad Abdullah Taslim terhadap Ustad Adi Hidayat.
Rekaman suara/audio itu tersebar dan viral di berbagai sosial media dan sampai ke telinga para asatidz ahlus sunnah. Akhirnya, Ustadz Abdullah Taslim mengeluarkan pernyataan klarifikasi yang intinya beliau menyalahkan orang yang menyebarkan rekaman suaranya karena menurutnya rekaman suara itu merupakan pendapat pribadi. Aneh dan sangat kontradiktif; dalam rekaman suara dengan PD-nya beliau mengatakan bahwa "tahdzir" tersebut hasil ‘musyawarah’ dari asatidzah lain di multaqo du’at rodja yang ia sebutkan beberapa nama diantaranya Ustad Badrussalam, Ustad Zainal Abidin, Ustad Ahmad Zainuddin, Ustad Abu Haidar, dll. Lalu ketika ngeles bikin klarifikasi ngakunya itu pendapat pribadinya. Benar-benar kontradiktif. Prilaku yang tidak pantas di tiru, kalau dalam grup mereka ghibah, kalau keluar (dihadapan umum) mereka belagak santun. Kini, yang di salahkan adalah yang menyebarkan rekaman suaranya. persis kasus penista agama (Ahok). sudah jelas-jelas menista agama, eh yang disalahkan orang yang menyebarkan rekamannya. beginilah jika virus hasad (dengki) sudah mulai tumbuh, akhirnya benar-benar meng-"GHUROBA"-kan diri karena semua orang beda pendapat di musuhi dan sesatkan.
Terakhir sebagai penutup, ada baiknya kita simak nasehat motivasi Ustadz Dr. Muhammad Zitun Rasmin, Lc.MA, kata beliau, “Perkara kita adalah salafi atau bukan salafi adalah perkara ta'abbudiyyah, perkara urusan kita dengan Allah. Sayangnya kita hanya fokus pada pengakuan manusia, sangat takut kalau di bilang bukan “salafi”. Saya dari dulu tidak pernah peduli jika dikatakan bukan Salafi, karena di gelari dengan yang lebih buruk pun permlnah mereka lakukan terhadap diri saya. Wallahul mustaan.
Repost by: 👥 “Forum Ahlus Sunnah Cinta Syari’ah”
Buat yang penasaran dengan isi file audionya, silakan dengarkan disini:
Heboh Pramuka Makan Diatas Tanah, Panitia Membela Diri dan Nyatakan, "Itu Hanya Trik Hukuman". Mereka masih saja mengelak dan seolah tidak mau disalahkan.
Hasil copas, untuk pencerahan saja. Dan sedang menunggu klarifikasi resmi dari Sangga Kerja yang bersangkutan dan sedang mempersiapkan mentalnya sepertinya.
KLARIFIKASI POSTINGAN MAKAN DIATAS RUMPUT. Sahabat Pramuka, Berikut klarifikasi akan postingan yang beredar di media sosial.
Assalamu'alaikum wr wb, Salam Pramuka!, Menanggapi Reaksi keras Kak Kwarnas,,ttg postingan kegiatan pengkaderan dan Pelantikan Anggota Baru Saka Wira Kartika Koramil-13/Kronjo yg telah di laksanakan pada tgl 17-19 Maret 2017, bertempat di Buper Pantai Satuan Radar 211 TNI-AU, tentang pelaksanaan makan siang,, yg digelar di tanah langsung tanpa alas,
Kami klarifikasikan bahwa semua itu hanya trik hukuman yg di berikan kepada peserta, karena pelanggaran disiplin jam Ishoma(Istirahat, Sholat dan Makan) yg tidak sesuai jadwal, hal ini dilakukan oleh panitia/Sangga Kerja untuk tindakan setelah minta petunjuk dari Pamong Saka yg bertanggung jawab di lapangan, semua hanya dilakukan sebagai trik untuk tidak lagi melakukan kesalahan, untuk makan peserta tetap makan seperti biasa bersama-sama, dengn menu yg lain,, nasi yang di lapangan hanyalah sebagian kecil saja,, dan tidak semua makan kecuali yg sudah di siapkan temannya yg lain di tenda,,
Semua kegiatan berjalan lancar tanpa masalah,, Kami yg bertanggung jawab atas kegiatan ini mohon maaf kepada semua unsur Pendidikan Kepramukaan dari atas hingga ke tingkat Kwarran, yg melihat postingan hasil apload peserta, yg entah maksudnya hanya iseng,
Tidak ada maksud merendahkan nilai-nilai kepramukaan yg jelas melarang apa yg terlihat dalam postingan gambar, kami tau dan kami mohon maaf atas semua yg terjadi di lapangan, yang jelas peserta tidak makan nasi yang kotor, semua sdh di atur sesuai jadwal. Hingga Firal berita ini kami telah melaksanakan semua kegiatan, trimaksih atas semua tanggapan, kritik dan saran dari semua unsur terkait.
Demikian klarifikasi disampaikan, mohon maaf atas semua kejadian.. Doakan kami untuk tetap sukses melaksanakan semua program di TA. 2017.. Wassalamu'alaikum wr wb,
Salam Pramuka!,,, #KomunitasPramukaBanten Semoga masalahnya bisa mejadi jelas dan domohon untuk tidak memperpanjang masalah ini. (kepada semua teman teman saya hanya menyambungkan pesan panitia saja, spy jelas pokok permasalahannya)
Makin Kurang Ajar! Setelah Tompi, Ernest dan Uus, Kini Giliran Inul Daratista Lecehkan dan Hina Ulama - Seolah tiada henti, makin banyak saja tokoh publik dari kalangan artis yang kian hari kian sembrono dalam berucap.
Makin hari makin banyak yang kian berani terang-terangan melecehkan dan menghina para ulama. Beberapa waktu yang lalu, ada Tompi, Ernest dan juga Uus yang bertindak sama dengan melecehkan islam dan para ulama, kini giliran Inul Daratista yang juga ikut-ikutan.
Via akun instagramnya, Inul Daratista terang-terangan menghina dan melecehkan ulama:
Lbh baik DIAM Daripada buka mulut menghina Habib , nanti aib aibmu dibuka semua dan kau minta maaf lagi seperti ahokers2 yang lain? pic.twitter.com/ckduVvKsBv
Akhmad Sahal, salah satu gembong Islam Liberal dalam salah satu kesempatan di akun Twitter miliknya berucap, "Yg gak sejalan dgn mrk dibully, diintimidasi, diteror, diboikot. Ngaku bela ulama, tp ulama yg beda dihujat. Gerombolan "Islam Copas."
Di Aceh hukum cambuk hanya berlaku untuk umat islam. Tetapi umat lain bisa memilih hukum penjara dan cambuk. Nah ini pelaku nya lebih memilih cambuk daripada penjara, itu hak dia. Daripada dipenjara 4 bulan, cepetan cambuk 9x. Malah enak ada pilihan
Terus ini tempo bikin artikel bawa-bawa agama dan etnis, maksud nya apa coba? Mau framing penindasan dari agama tertentu? Media nasional loh
Padahal aslinya rukun-rukun aja tidak ada masalah, kalau ada gesekan sosial, ya media-media gini berperan ngompori. Apalagi media gede yang audiens nya luas.
Sedihnya, kulihat komen dan yang share berita ini banyak yang terprovokasi, pada maki-maki. Sukses tempo, Anda berhasil!
Saran saya, hati-hati membaca artikel yang mengadu domba, bahkan dari media nasional sekalipun. Jauhi media gini.
Utamakan kerukunan aja guys :)
Ps: - Setelah postingan ini viral, judul artikel (setelah di klik) di ubah oleh tempo, dan komen2 di artikel di hapus - beberapa media memuat tulisan saya di tambah bahasa provokatif, itu tanpa seijin saya. hindari juga media gini
Mahdi Bashroni Rizal
Saat ini, judul dan link berita sudah diubah oleh tempo menjadi: Tukang Sabung Ayam Ini di Aceh Dihukum Cambuk
Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid mengatakan kedatangan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti dalam rapat internal Tim Pemenangan pasangan cagub-cawagub Ahok-Djarot, untuk memberikan penjelasan dan aturan main babak kedua.
"Supaya kami tahu batas-batas yang melanggar mana, batas-batas yang tidak melanggar mana," kata Nusron, Kamis (9/3).
Nusron mengatakan, di Pilkada DKI banyak wilayah yang abu-abu. "Nah, yang abu-abu kami mau minta penjelasan seperti apakah bagi sembako di saat seperti ini bagian dari money politic atau tidak, kan bisa minta penjelasan. Daripada pro kontra nanti, tekanan medsos dan macam-macam, sehingga nanti berubah lagi sikapnya," kata dia menerangkan.
Ketua KPUD DKI, Sumarno (kiri) dan Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti (kanan) saat menghadiri rapat internal dari tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Hotel Novotel, (Dian Fath/ Republika)
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu melanjutkan, "Pokoknya yang pasti ingin menanyakan hal-hal yang diatur secara tidak jelas, tapi butuh penafsiran yang punya regulator. Dari penyelenggara KPU dan Bawaslu.
Sebelumnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumarno menghadiri rapat internal dari tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (9/3).
Pantauan Republika.co.id, Sumarno tampak didampingi Komisioner KPU DKI Dahliah Umar. Hadir pula Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti. Menurut Sumarno, kedatangannya dalam rapat internal tim pemenangan Basuki-Djarot lantaran KPU DKI diundang tim pemenangan untuk menjelaskan secara teknis tata cara selama Pilkada DKI putaran kedua kepada para saksi serta relawan dari tim pemenangan Basuki-Djarot.
Ketahuan rapat tertutup bareng Ahok, Ketua KPU DKI kaget
Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno diketahui hadir dalam rapat internal calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Novotel, Gajah Mada, Jakarta Pusat, sore ini.
Sumarsono sempat terkejut kehadirannya di hotel tersebut diketahui banyak pewarta. "Kok tahu (ada rapat) di sini," ujar Sumarno sambil masuk ke dalam lobby hotel.
Rapat internal itu, menurut Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, membahas strategi menghadapi Pilkada DKI putaran kedua. Hanya saja, rapat tersebut dilaksanakan tertutup untuk media.
Hadir dalam acara tersebut, antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, politisi Golkar Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Sekretaris timses Ahok-Djarot Ace Hasan Syadzily dan Bendahara timses Ahok-Djarot Charles Honoris.
Sumarno datang bersama Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti sekitar pukul 15.30 WIB. Sumarno tampak terkejut melihat banyaknya awak media yang berkumpul di bagian luar hotel. | Rimanews.com
Oo ...Kamu Katahuan selingkuh Ama Ahok ya? Jadi marah -marah pada KPUD di HOtel Boronudur sandiwara aja ...
Ayoooooo warga Jakarta mari berjibaku melawan konspirasi semua pihak yg mau menangkan Ahok ..
Jika Anda memiliki keyakinan, bahwa media sekelas Kompas.com itu beritanya pasti benar, Anda ternyata SALAH! Alih-alih membuat berita yang mencitrakan keburukan dan kebrengsekan rombongan Raja Salman, yang ditulis Kompas.com malah ternyata HOAX.
Seperti berita yang baru mereka rilis pagi tadi, Kamis (9/3). Dalam salah satu berita yang mereka tulis, diberi judul: Cantiknya Putri Arab Saudi Kenakan Busana Penari Bali Usai SPA. Sekilas tulisan yang didukung gambar itu benar adanya. Tapi tahukah Anda bahwa itu adalah HOAX.
Mengetahui bahwa apa yang mereka tulis itu ternyata salah, serta merta mereka mengubah judul tulisan itu menjadi: Cantiknya Pramugari Rombongan Raja Salman dengan Busana Penari Bali.
Lihat saja, permalinknya tidak bisa dibohongi lagi, masih memakai permalink judul yang lama.
Kompas.com mengganti judul berita itu begitu saja tanpa permohonan maaf karena telah membuat berita HOAX.
Hayo... Beranikah Menkoninfo menindak dengan tegas kepada media seperti Kompas.com ini yang jelas-jelas memuat HOAX.... Kita tunggu saja...
Polisi ingin melepas jilbab seorang wanita Muslim. Wanita muslim tersebut menolak sehingga dia pingsan ditembak dengan pistol listrik.
Perhatikan bagaimana suaminya bereaksi ..... sang suami dengan kesatria menghajar polisi bandara........
Itu gambaran, betapa muslimah mempertahankan Syariah yang ia jalankan secara istiqamah. Dan bagaimana seorang suami "berani menaruhkan nyawanya" untuk mempertahankan harga diri istrinya (keluarga)......
Demi Allah.. Umat islam. Akan mulia dengan JiHAD.. Pertahankan izzah dan kemulyaan Islam..
Sebuah video perform dari vocal group santri mendadak menjadi viral. Video berdurasi selama 57 detik ini mampu membuat siapa saja terpesona dan menahan tawa. Terharu karena dalam kondisi yang seperti itu, mereka mampu menahan untuk tertawa.
Selengkapnya silakan lihat video berikut ini:
Dilarang Keras untuk Ngguyu..! Mesakne.. Awas nek ngguyu lho... Lha klo saya ngguyu boleh.. Karena sy ngguyu vokalisnya yg sebelah kanan itu ngempet ngguyu.. Lha nek sampean ngguyu karena apa hayo...?
Kasus Twit yang dibuat oleh komika Ernest Prakasa soal jamuan Wapres JK terhadap Dr. Zakir Naik masih menjadi perbincangan hangat hingga kini. Walau postingan itu telah dihapus oleh Ernest, akan tetapi ternyata hal itu tidak berhenti begitu saja.
Atas dasar itu, maka panitia Zakir Naik Visit to Indonesia 2017, Hanny Kristianto mengundang Ernest Prakasa untuk menghadiri acara itu. Tidak tanggung-tanggung, ia memberikan VIP Seat khussu buat Ernest.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Hanny Kristianto via akun Twitternya pada 5 Maret yang lalu:
@NetizenTofa @ernestprakarsa saya undang Ernest ke acara @ZNVisitID VIP seat.. mari buktikan tuduhan dan temukan kebenaran.
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Agung Budijono mengaku bahwa sampai saat ini tidak mengetahui keberadaan Iwan Bopeng yang sempat melakukan penghinaan terhadap TNI dan membuat kericuhan di TPS 25, 26, dan 27 di Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur pada saat pencoblosan Rabu (15/2) lalu.
"Saya tidak tahu saya (keberadaannya)," ujar Agung saat dihubungi, Selasa (7/3).
Menurut Agung, pihaknya tidak mengetahui keberadaan Iwan Bopeng lantaran sampai saat ini tidak ada yang melaporkan kasus tersebut, termasuk dari pihak TNI sendiri. Karena itu, kata Agung, pihaknya masih menunggu laporan dari pihak TNI atau dari masyarakat yang dirugikan dengan tindakan Iwan Bopeng tersebut. "Sampai saat ini belum ada yang laporan kan nggak ada laporan kalau nggak ada laporan kita mau ngapain," kata Agung.
Namun, kata Agung, jika nanti ada laporan pihaknya akan langsung menangani kasus tersebut dan akan mencari pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tersebut.
Sebelumnya, tindakan Iwan Bopeng ini sempat viral di media sosial dan beberapa anggota TNI marah dengan ucapannya di media sosial. Kemudian, pihak Polda Metro Jaya menganggap persoalan tersebut selesai setelah Iwan Bopeng disebut telah dipertemukan dengan Eks Pangdam Jaya, Mayjen TNI Teddy Lhaksmana (saat ini Wakil Kepala BIN). Namun, pihak Kodam Jaya membantah hal itu, sehingga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kembali menyatakan akan melanjutkan kasus tersebut.
"Iya (masih dicari Iwan Bopeng), dan masih pemeriksaan saksi. Tapi jumlah saksi saya belum dapat informasi," kata Argo beberapa waktu lalu. | Republika.co.id
Netizen: Terbukti, Baju Kotak-Kotak Memang Sakti...
Kasus penghinaan ulama Dr. Zakir Naik yang dilakukan oleh komika Ernest akhirnya merembet ke Sidomuncul selaku perusahaan yang memproduksi Jamu Tolak Angin, dimana Ernest sebagai bintang iklannya.
Via akun Twitter resminya, @Tolak_Angin Sidomuncul mengumumkan dan memberikan klarifikasi seputar gonjang-ganjing itu.
Setelah heboh soal pernyataan komika Ernest yang melecehkan ulama, yaitu Dr. Zakir Naik, yang ia sebut sebagai orang yang mendanai ISIS, kini di media sosial juga sedang ramai tuntutan agar produk Tolak Angin Sidomuncul yang menjadikan Ernest sebagai bintang iklannya bertindak tegas.
#BandjirDjakarta @bungnoer: Tak pantas pemfitnah ulama digaji dari produk yg dibeli oleh umat muslim. Saya setuju #BoikotTolakAngin
Sandi Kurnia @sandi_mio: #BoikotTolakAngin msh inget kasus orng hina pak @jokowi lngsng di tangkp, knp ini fitnah pak @Pak_JK blm ada tndakan. Beli baju kotak2 dmna?
Hadi Tricoswara @haditricoswara: #BoikotTolakAngin modelnya berulah, @Tolak_Angin yg di boikot? Sama aja elo beli batagor ke tukang dagang bakso, salah sasaran.
'' GAEK SEGEH '' @pompa_ameh: Gak nyadar? Konsumen mayoritas muslim? @ananq_ma loe Anti Islam>> @ernestprakasa Terpaksa Kami #BoikotTolakAngin @Tolak_Angin
Hadi Tricoswara @haditricoswara: Menurut gue ya inimah monmaap niih. #BoikotTolakAngin terlalu berlebihan, @Tolak_Angin dlm hal ini gak salah apapun. Yg salah itu modelnya
#PilihMuslim @SophiaNerissa: Menyusul sari roti, #boikotTolakAngin sekarang TT. Sayangnya dengan frame negatif.
Insyaallah Shaheed @agunkdarmawan9: Insyaallah Shaheed Retweeted Adelina #BoikotTolakAngin Mending masuk angin drpd masuk neraka 😢😢😢 😢😢😢
Seolah tidak ada habisnya, ada saja ulah para artis yang melecehkan Islam dan kaum Muslimin. Jika pada kesempatan yang lalu, komika Uus juga membuat ulah yang serupa dengan melecehkan syariat Islam yang pada akhirnya ia tersadar dan meminta maaf ke MUI, maka kini hal yang sama dilakukan oleh komika Ernest.
Dalam status Twitter mililnya, Ernest Prakasa @ernestprakasa ia menuliskan status yang cukup melukai kaum muslimin. Ia menuduh Dr. Zakir Naik sebagai penyokong dana ISIS.
Status itu ia tulis setelah ada kunjungan Dr. Zakir naik dan tim ke rumah dinas Wapres Jusuf Kalla. Sambil mengunggah foto Dr. Zakitr Naik dan Wapres JK ia menulis:
"JK dengan hangat menjamu Zakir Naik, orang yang terang-terangan mendanai ISIS. Sulit difahami." demikian cuitnya pada Senin (6/3)
Komentar Netizen
lambrusco @FRANSDANIEL: @ernestprakasa makanya bro jangan gegabah ikut berpolitik,fokus aja sama dunia comedi dan film.. jangan ikut campur yg ente ga paham
Mazaya Samitaratri @mazasih: @FRANSDANIEL @ernestprakasa ernest lagi coba membuka kebodohannya ke publik
facoel gates @ardiyansyah1407: @ernestprakasa the next UUS.
Abdilian Azizah @Liians: @ernestprakasa seharusnya gak usah ditelen bulet2 koh. tau kan media barat cenderung benci dia? kan anda gatau persis siapa Dr Zakir Naik.
SANI @sanitamima: @ernestprakasa *semoga ini semua bukan settingan utk tour #SetengahJalan Anda *baca (terjemahan) Al Qur'an coba ☺
Haidi Hilman @haidihilmann: @ernestprakasa dailymail itu buat beritabola aja sering hoax apalagi kek gini nih..ati2 ahh bang.
Nadia Felicia @nadihoboo: @ernestprakasa ini 2017, Sir. Selalu baca dr berbagai sumber, masa satu media berita yang udah jelas selalu memusuhi Islam langsung percaya.
hary wiratama @harywiratama: @ernestprakasa lu kan cari makan di Indonesia mau tu orang ngasih duitnya ke ISIS kek ke NASA kek ke emaknya kek kaga ngaruh juga buat lu
Asiah iswaldy @chia_iswaldy: @ernestprakasa Lagian udah jauh2 nyari media, tetap aja milihnya yg hoaks
#MuslimCyberArmy @anjisudirman: @ernestprakasa lu kutip dailymail... Media ini miniatur hoax di UK. Ente asal ngutip doang, mulut kek junjungan mu. 😬
Beri Sinyal Gabung ke PDIP, Ridwan Kamil Paparkan Data Koalisi Partai di Pilkada 2017. Netizen: Silahkan cari Pembenaran Kang.. Tapi sakit hati jutaan orang seperti saya pada pembela penista agama belum hilang
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menghadiri acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Sabtu (4/3/2017). Ridwan Kamil juga kerap beberapa kali hadir dalam acara PDIP dan diketahui dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Saya belum punya warna tapi ini sedang pacaran. Namun nasihat-nasihat Bung Karno sudah saya jalankan," kata Ridwan Kamil dalam acara penutupan Rakernas Repdem di Hotel Grand Cikini, Jakarta Pusat.
Ridwan Kamil mengatakan dirinya dan warga PDIP merupakan saudara kandung dalam perjuangan mempertahankan ideologi Pancasila, NKRI, dan membela keberagaman. Terlebih, ia mengaku, sangat mengidolakan Presiden Pertama RI Sukarno atau Bung Karno.
"Saya sangat mencintai Bung Karno, kalau abang-abang main ke pendopo saya banyak lukisan Bung Karno," ujar dia.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, Ridwan Kamil memang dekat dengan partai banteng moncong putih tersebut. "Memang Kang Ridwan Kamil ini sudah sering juga mengisi sekolah kepartaian kita juga," kata Hasto. | Liputan6.com
Apa kata Netizen?
Dalam sebuah kesempatan, Ridwan Kamil mengunggah sebuah data soal kemungkinan koalisi partai di Pilkada 2017.
Di data pilkada 2017. Koalisi antar partai cair. sesuai kebutuhan. ada PDIP dgn Gerindra. PDIP dg PKS. Gerindra dgn PKS. dll. lumrah.
Di data pilkada 2017. Koalisi antar partai cair. sesuai kebutuhan. ada PDIP dgn Gerindra. PDIP dg PKS. Gerindra dgn PKS. dll. lumrah. pic.twitter.com/ZrE9gbPe2t
Rifki Payobadar @RifkiPayobadar: @ridwankamil tidak lagi cari pembenaran untuk maju dgn PDI-P kan Kang? :)
Anti Centeng Kumpeni @faisalsundani: @ridwankamil silahkan cari pembenaran kang.. Tapi sakit hati jutaan orang seperti saya pada pembela penista agama belum hilang
Kusnandar Nandar @kusnandarpc: @ridwankamil akang harus bisa membaca apa yg ada di hati masyarakat akang sendiri. Kalau akang keukeuh maju pilgub lewat pdip itu hak akang
Cek bio & likes aja @jo_kodokk: RK mulai framing demi didukung partai terkorup pdip @RestySeterah @ardianasmar @Gerindra @NetizenTofa
cakra ropidin @cakra_RAka: @ridwankamil @ridwankamil kade kang pikir2 hla "bisi salah naik angkot,ke kabalason", milari "angkot nu supirna bageur" kang
Mas @aarditoo 29m29: @ridwankamil kalo maju ke jabar 1, tolong jangan ke pedeipeh yah kang, ke partai yg lain aja, yah kang, plisssss.. 🙏🏼
Rapindo Hutagalung @rapindo_h: @ridwankamil kamu mau yang mana?
JEMPOL 212 @Kasayanto : @ridwankamil silakan saja pilkada 2017 jagoan PDIP mayoritas hancur lebur. Data kemenangan yang dipake dong ...
Kusnandar Nandar @kusnandarpc: @ridwankamil coba akang inget waktu orang ciamis bersedia long march ke jkt, kenapa mereka mau melakukannya? Mohon direnungkan
Freddy Ruspandi @freddyvanhalen: @ridwankamil pilihan kang emil sih eta mah. tapi jujur saya mah moal ngadukung lamun kang Emil gabung jeung pdip.
Secret Admirer @Admirer_Secret1 @ridwankamil kalo di politik mah semua bisa lumrah kang..tergantung kepentingannya.
Menanggapi aksi pembubaran pengajian yang menghadirkan Ust. Khalid Basalamah oleh Banse pada hari ini (4/3), Ustadz Khalid menanggapinya dengan bijak. Apa tanggapan beliau?