Minggu, 30 April 2017

Menyedihkan... Pengajian Ust. Felix Siaw di Malang Dibubarkan Polisi atas Pesanan Ormas yang Katanya Pejuang Islam Rahmatan Lil Alamin

Menyedihkan... Pengajian Ust. Felix Siaw di Malang Dibubarkan Polisi atas Pesanan Ormas yang Katanya Pejuang Islam Rahmatan Lil Alamin - Miris dan menyedihkan. Di negara yang nmayoritas penduduknya muslim ini ternyata aktivitas dakwah Islam haris dilarang dan dibubarkan oleh pihak kepolisian.

Sebuah pengajian dengan nara sumber Ust. Felix Siau membahas buku yang ditulisnya, "Udah, Putusin Aja" yang berisi materi tentang cinta, bimbingan remaja agar terhindar dari perilaku buruk dan ajakan kebaikan lainnya, justru dibubarkan oleh pihak kepolisian.

Menyedihkan... Pengajian Ust. Felix Siaw di Malang Dibubarkan Polisi atas Pesanan Ormas yang Katanya Pejuang Islam Rahmatan Lil Alamin


Sebagaimana video penjelasan yang disampaikan Ust. Felix via akun Facebooknya (30/4), semula acara kajian itu akan diadakan di Kampus Universitas Brawijaya. Dengan alasan tertentu, pihak rektorat, melarang acara itu. Selisik punya selidik, ternyata diketahui kemudian, pihak rektorat  mendapatkan tekanan dari ormas Islam tertentu.

Acara pun akhirnya dipindahkan ke sebuah hotal. Acara sempat berjalan normal di hotel hingga pada akhirnya menjelang usai, pihak hotel dengan didampingi oleh sekitar 20-an personel kepolisian mendatangi acara dan menyatakan bahwa kegiatan pengajian harus dibubarkan.

Karena acara yang memang sudah akan selesai, panitia meminta ijin untuk menutup acara. Polisi melarang meskipun hanya sekedar untuk menutup acara hingga akhirnya acara pun dengan sangat terpaksa harus diakhiri.

Baca juga: 

Ustadz Khalid Basalamah Sangat Anti Syiah. Apakah Ini Alasannya Banser Membubarkan Pengajian Beliau? Masya Allah....

Ust. Felix Siau dan panitia pun akhirnya harus berurusan dengan polisi di kantor kepolisian. Usut punya usut, ternyata penyebab pe,bubaran acara itu pun berasal dari ormas yang sama. Polisi mendapatkan tekanan dari ormas yang sama.

Ternyata, Indonesia sebagai negara hukum ini hanya isapan jempol belaka. Siapa yang kuat dan berpengaruh, maka dialah sebenarnya pemilik hukum itu. Menyedihkan!!!!!

Video Penjelasan Ust. Felix Siaw


Simak video penjelasan Ust. Felix Siaw selengkapnya:


Kamis, 27 April 2017

Ternyata Jones Djatisasmito, petinggi BATIK KERIS, adalah Paman dari Steven Hadisurya Sulistyo

Ternyata Jones Djatisasmito, petinggi BATIK KERIS, adalah Paman dari Steven Hadisurya Sulistyo. - Masih ingat nama Steven Hadisurya Sulistyo yang sempat heboh beberapa minggu yang lalu? Kini sosok yang sempat dikatakan sosok fiktif oleh salah satu pendukung Ahok itu mulai menemukan titik terang.

Baca berita terkait:

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf

Adalah akun @SiBonekaKayu yang mengungkap sosok siapa sebenarnya si Steven itu.. Ternyata Jones Djatisasmito, petinggi BATIK KERIS, adalah Paman dari Steven Hadisurya Sulistyo.

Ternyata Jones Djatisasmito, petinggi BATIK KERIS, adalah Paman dari Steven Hadisurya Sulistyo

Sosok pemuda bernama Steven Hadisurya Sulistyo tengah menjadi perbincangan hebat di jagad social media. Hal itu tak lepas dari sikap arogan dan cenderung rasis saat kelakuannya memaki Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Minggu (9/4/2017) lalu di Bandara Changi, Singapura

Ibaratkan Pemenang Pilkada DKI Sebagai Penderita Autis, Boni Hargens, Komisaris Utama LKBN Antara yang Ditunjuk Jokowi Tuai Kecaman Netizen

Ibaratkan Pemenang Pilkada DKI Sebagai Penderita Autis, Boni Hargens, Komisaris Utama LKBN Antara yang Ditunjuk Jokowi Tuai Kecaman Netizen - Kecaman bertubi-tubi yang pada akhirnya menjadi viral ditujukan buat Komisaris Utama LKBN Antara, Boni Hargens, ini.

Jabatannya sebagai Komut LKBN Antara ini adalah berdasarkan penunjukan dari Presisen Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Alih-alih sebagai figur publik yang seharusnya memberikan statemen-statemen yang menyejukkan publik, hal yang dilakukan oleh Boni Hargens ini justru sebaliknya. Cuitannya berkali-kali mencerminkan sebagai orang yang tidak berakhlak dan beretika. Miris.

Seperti status Twitter terbarunya menyikapi hasiul pilkada DKI Jakarta yang dimenangkan oleh pasangan Anies-Sandiaga Uno. Komentarnya pun nyinyir... Pake bawa-bawa penderita autis lagi...

Atas cuitan ini, netizen pun heboh dan protes:

Miryam Haryani, Si Gadis Ahok Jadi Buronan KPK. Netizen: Mungkin Ngumpet Bareng Iwan Bopeng!!!

Miryam Haryani, Si Gadis Ahok Jadi Buronan KPK. Netizen: Mungkin Ngumpet Bareng Iwan Bopeng!!! - Pengacara anggota Komisi V DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani menegaskan kliennya tidak akan menyerahkan diri meski menjadi buronan KPK. Namun Miryam disebut pengacara akan datang ke KPK jika dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Kalau menyerahkan diri, sama saja bunuh diri. Tapi kalau kesaksian e-KTP, klien saya hadir," kata pengacara Miryam, Aga Khan, dalam jumpa pers di Restoran Ling Ling, The East, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017).

Miryam Haryani, Si Gadis Ahok Jadi Buronan KPK. Netizen: Mungkin Ngumpet Bareng Iwan Bopeng!!!


Menurut Aga, KPK seharusnya tidak menangani perkara keterangan palsu di persidangan yang disangkakan kepada Miryam. KPK diminta pengacara Miryam menangani perkara korupsi, suap, atau potensi kerugian negara.

"Kalau panggilan e-KTP, akan kami hadirkan. Tapi, kalau keterangan palsu, kita uji dulu, karena substansinya bukan wilayah KPK. Dalam sidang, hakim sudah menolak, kok tiba-tiba jadi DPO, apa KPK tidak menghargai praperadilan," ujar dia.


Selain itu, Aga meminta KPK menghargai proses praperadilan yang sudah diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Apalagi, kata dia, kliennya tak terbelit perkara yang merugikan keuangan negara.

"Terkait DPO hari ini, kami secara tertulis dan komunikasi tidak diberi tahu oleh KPK dan kami akan bikin surat kembali protes atas DPO itu. Klien kami selalu komunikasi, bahkan praperadilan komunikasi. Di perkara lain bisa kayak Budi Gunawan dan Hadi Poernomo. Ingat, klien kami tidak korupsi, tapi keterangan palsu. Panggilan kedua sudah diancam keterangan dari Febri. Sekarang DPO, harusnya komunikasi dengan saya," sambung dia.

KPK menetapkan Miryam sebagai tersangka dugaan memberi keterangan tidak benar atau keterangan palsu dalam persidangan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Miryam tidak menghadiri panggilan pemeriksaan pada 13 April dan 18 April. Hingga akhirnya KPK menetapkan status buron terhadap Miryam.

"Siang ini KPK sudah membuat surat dan mengirimkan pada hari ini kepada Kapolri terkait dengan (permintaan) memasukkan salah satu nama di daftar pencarian orang, yaitu tersangka MSH yang diduga memberikan keterangan tidak benar di pengadilan dalam persidangan kasus e-KTP," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (27/4). | Detik.com

Rabu, 26 April 2017

Tulisan Tahun 2012 "Inilah 19 Janji Jokowi Saat Kampanye" Ini Dihapus dari Situs Kemendagri. Ada Apa Dengan Jokowi???

Tulisan Tahun 2012 "Inilah 19 Janji Jokowi Saat Kampanye" Ini Dihapus dari Situs Kemendagri. Ada Apa Dengan Jokowi??? - Sebuah postingan resmi di situs Kementrian Dalam Negeri yang memuat janji-janji Jokowi-Ahok saat kampanye dalam Pilgub Jakarta tahun 2012 yang lalu membuat heboh publik. Mengapa?

Tulisan ini sekarang sudah dihapus. Pertanyaannya adalah... Mengapa harus dihapus? Untuk menghilangkan jejak???

Url aslinya disini: http://www.kemendagri.go.id/news/2012/09/24/inilah-19-janji-jokowi-saat-kampanye. Akan tetapi jika di klik hanya akan muncul keterangan: 404 Page Not Found.

Tulisan Tahun 2012 "Inilah 19 Janji Jokowi Saat Kampanye" Ini Dihapus dari Situs Kemendagri. Ada Apa Dengan Jokowi???


Jejak Cache Google


Tapi tenang kawan, cache Gooele masih rapih menyimpan tulisan itu. Berikut ini kami kutipkan selengkapnya sebelum cache Google juga menghilang...

Url cache Google: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:eUsig_0nvysJ:www.kemendagri.go.id/news/2012/09/24/inilah-19-janji-jokowi-saat-kampanye+&cd=1&hl=id&ct=clnk




Inilah 19 Janji Jokowi Saat Kampanye


1. Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan

2. Hanya 1 jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.

3. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya

4. Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.

5. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta

6. Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.

7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.

8. Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)

9. Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)

10. Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.

11. Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.

12. Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)

13. Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.

14. Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.

15. Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).

16. Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)

17. Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).

18. Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)

19. Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.

Editor — Maghfur Ghazali

Sumber :Harian Terbit
Tags :Berita Daerah

Inilah Ahoker yang Berada Dibalik Banjirnya Karangan Bunga di Balai Kota Jakarta

Inilah Ahoker yang Berada Dibalik Banjirnya Karangan Bunga di Balai Kota Jakarta - Hari ini, di Balai Kota Jakarta sedang banjir. Bukan banjir air, akan tetapi banjir karangan bunga.

Ucapan dalam rangka apakah?  Ucapan selamat atas kekalahan Ahok-Djarot? hehe

Ternyata ujung dari tujuan banjirnya karangan bunga itu adalah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa ternyata rakyat masih sangat cinta Ahok. Sangat disayangkan ia kalah dalam pilkada kemarin. hehehe

Nah, banjirnya karangan bunga itu ternyata hanya rekayasa. Baca berita sebelumnya disini: Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?

Siapa biang keladi dibalik banjirnya ucapan karangan bunga itu? Ini dia orangnya:

Inilah Ahoker yang Berada Dibalik Banjirnya Karangan Bunga di Balai Kota Jakarta


Silakan ramaikan di status Facebook ybs:



Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?

Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa? - Ada hal yang aneh di Balaikota Jakarta beberapa hari ini. Karangan bunga dalam jumlah sangat banyak membanjiri halaman balai ibukota.

Ucapan apa saja yang dituangkan di karangan bunga? Banyak! ada ucapan terima kasih atas jasa Ahok-Djarot, harapan semoga bisa rujuk kembali sampai ucapan duka cita :D

Tapi, dibalik itu semua tentunya adalah hal yang aneh. Ahok selaku pihak yang kalah kok malah banyak mendapatkan ucapan berupa karangan bunga.

Adalah akun @SiBonekaKayu yang berhasil mendapatkan info ada apa sebenarnya yang berada di balik itu semua. Ternyata itu semua rekayasa???




Ada lagi akun @MbahUyok yang berhasil mengcapture status Ahoker yang berada di balik aksi karangan bunga itu:



Dan ternyata banyak karangan bunga yang dibuat asal-asalan. Seperti ini:

Senin, 24 April 2017

Dibalik Viralnya Tagar #AhokForBali1. Bagaimana Jika Ahok Ngomong: Jangan mau dibohongi dan dibodohi pakai adat Bali. Dibodoh2in pakai dupa, macem macem itu'...

Dibalik Viralnya Tagar #AhokForBali1. Bagaimana Jika Ahok Ngomong: Jangan mau dibohongi dan dibodohi pakai adat Bali. Dibodoh2in pakai dupa, macem macem itu'...

By Wawat Kurniawan

Ini menarik. Pada akun medsos bertagar #AhokForBali1, ada komentar yg semakin membuka mata hati kita tentang hakikat bhinneka tunggal ika
.
Ada yang menulis begini. "Jangan jadi gubernur Bali. Meskipun saya suka kerjanya Ahok, sebagai orang bali saya lebih suka punya gubernur orang Bali Hindu. Masih banyak jabatan lain yg lebih pantas buat Pak Ahok. Ayo Pak tetep semangat."
.
"Betol itu," timpal Kadek Sugiartha.
.
"Pulau Bali beda. Yg mau jadi pemimpin harus diupacarai secara Hindu Bali dan scr tdk langsung beragama harus Hindu. Bukan krn tidak toleran tapi untuk menjaga kekuatan yg menjadi sumber daya tarik pulau kami,” kata Ida Bagus Udyana Putra.

Dibalik Viralnya Tagar #AhokForBali1. Bagaimana Jika Ahok Ngomong: Jangan mau dibohongi dan dibodohi pakai adat Bali. Dibodoh2in pakai dupa, macem macem itu'...

.
Di luar itu, ada juga yang menulis, "Bisa dibayangkan kalau Ahok berpidato mengatakan kepada orang Bali yang tidak mau memilihnya: 'Jangan mau dibohongi dan dibodohi pakai adat Bali. Dibodoh2in pakai dupa, macem macem itu' ..."
.
Bayangin!
.
Bagaimana kira-kira reaksi masyarakat di sana? Apa yang akan dilakukan Pecalang? Apa akan diam saja dengan dalih toleransi? Akankah Ahok diberi hadiah gelar kehormatan?
.
"Mudah-mudahan pemeluk agama lain bisa memahami mengapa umat Islam marah ketika kitab sucinya dinistakan, dianggap sebagai alat 'pembodohan' dan menuduh 'dibohongi' oleh para ulama yang mengajarkan Al Maidah 51,"

Jelas masalah Penistaan Agama BUKAN masalah Politik TAPI masalah KEADILAN HUKUM dan PENEGAKAN HUKUM... dan itulah yg Dituntut Umat Islam di INDONESIA... KEADILAN HUKUM seperti yg sudah diterapkan pada para PELAKU PENISTAAN AGAMA lainnya di INDONESIA...

Minggu, 23 April 2017

Ternyata Orang Bali Juga Gak Mau Terima Ahok, Padahal Sebelumnya Paling Kenceng Teriak Bhinneka. Bagaimana Ini?

Ternyata Orang Bali Juga Gak Mau Terima Ahok, Padahal Sebelumnya Paling Kenceng Teriak Bhinneka. Bagaimana Ini?

Oleh Setiawan Budi

Ngelmu.id - Usai membuat postingan "dukung ahok untuk gubernur Bali" kemarin, saya banyak terima inbox dari teman-teman di Bali maupun warga bali yang tidak di Bali. Mereka umumnya protes atas apa yang saya tulis. Intinya, mereka tidak mau ahok sebagai gubernur bali. Karena di Bali masih ada warga asli yang hebat memimpin Bali.

Ternyata Orang Bali Juga Gak Mau Terima Ahok, Padahal Sebelumnya Paling Kenceng Teriak Bhinneka. Bagaimana Ini?


Ada kata bijak yang mengatakan, "bahwa kejadian akan membuatmu tau akan kebenaran".
Sejak pilkada DKI belum dimulai, sebenarnya ahok sudah lebih dulu kampanye curi start dengan pengumpulan KTP. Dan sejak saat itu kehebatan ahok dengan segala kontroversialnya dibahas dan diputarbalikkan oleh pendukungnya. Saya mengutip apa yang di tuliskan oleh MADE SURYA HERMAWAN, dari namanya saya yakin dia adalah orang bali. Gak mungkin dari arab atau dari afrika sana.

Made menuliskan " Kenapa Orang Bali Suka Ahok?"

Kata made, linimasa media sosial saya hampir selalu dipenuhi oleh postingan positif tentang Ahok. Para pengguna media sosial itu memosting status, foto, juga tautan berita. Hingga yang paling ekstrim ada kalimat “kalau Ahok tidak disukai di Jakarta, bawa dia ke Bali untuk jadi Gubernur Bali”. Anehnya, itu dibuat sebagian besar oleh orang Bali. Lebih khususnya anak muda Bali.
Orang Bali meluangkan waktu, walaupun sekadar untuk menuliskan status atau berbagi informasi positif tentang Ahok. Memang bukan indikator kesukaan yang signifikan. Namun setidaknya, ini mencirikan mereka peduli tentang orang, sesuatu, atau peristiwa. yang berada jauh di Jakarta sana.
Hal lain yang bisa jadi menyebabkan kesukaan pada Ahok yaitu faktor kebosanan. Kebosanan masyarakat tentang politikus korup yang digerakkan partai. Mereka mungkin melihat sosok berbeda pada diri Ahok. Sosok yang berani, jujur, dan bersih. Pun tidak mudah dikendalikan partai. Mereka mungkin juga merindukan adanya pemimpin seperti itu di Bali.

Orang Bali memilih figur untuk dipercaya. Orang Bali mengemas rasa percaya dalam bingkai rasionalitas. Contoh: ketika Jero Wacik (orang Bali) dipanggil KPK dan ditetapkan sebagai tersangka, hampir tidak ada dukungan untuknya. Yang banyak hanya cibiran, bahkan makian, di media sosial. Tentu respon itu tidak sembarang muncul. Saya percaya ada alasan kuat dan masuk akal yang mendasarinya.

Saya merasa mulai muncul ikatan emosional orang Bali dengan Ahok. Seperti orang Bali dengan Soekarno.

Semoga, ketika pemilihan gubernur Bali nanti, orang Bali juga akan merasa memiliki Bali-nya sendiri. Memilih calon lebih dari sekadar partai. Menggunakan rasa dan rasio menakar calon gubernurnya sendiri.

Saya sering berpikir, kalau saja ada calon gubernur Bali yang menyerupai Ahok. Ketegasan, kejujuran, terobosan, dan gaya memimpinnya. Dia pasti menang mudah.

===

Tulisan di atas, adalah tulisan dari pegiat medsos yang menganalisa fenomena dukungan dari warga Bali untuk ahok. Kita mudah melihat dukungan itu dari mana datangnya, terlebih orang Bali. Nama mereka sudah jelas menunjukkan dari mana mereka berasal.

Saat NI LUH DJELANTIK (NLD) membuat postingan puja dan puji ahok mengalahkan kecintaan pada suami impornya, tanpa mencari referensi dari mana ia berasal kita sudah tau bahwa NLD adalah orang Bali. Begitu juga saat grup metro bali membahas ahok dengan suka cita dan membahas FPI dengan hujatan diselipkan bahasa daerah Bali. Saya juga paham bahwa mereka di Bali sangat suka ahok dan sangat benci FPI.

Tapi saat muncul petisi dukung ahok untuk gubernur Bali, mereka pada tidak berkenan. Seorang teman menyampaikan pesan di inbox bahwa postingan saya dicopas dan dituliskannya di grup metro bali. Sambutan netizen di sana malah menghujatnya dan menghapus postingan tersebut. Sempat saya baca komen yang muncul adalah "Bali masih ada putra daerah terbaiknya". Ini menandakan mereka masih memegang falsafah lebih baik pribumi memimpin di bali dari pada orang luar.

Sedikit termenung sambil menyalakan rokok, kalau warga Bali saja peduli dengan pribumi, kenapa saat FPI berkata pribumi malah disudutkan dengan berkata radikal? Kalau Bali bisa dikenal karena tolerannya atas segala keberagaman di sana, kenapa FPI tidak disebut yang sama?

Sebenarnya, petisi itu hanyalah polling bagaimana tanggapan warga Bali. Nila setitik rusak susu sebelanga, karena NLD, maka ada anggapan orang Bali juga demikian. karena masifnya orang Bali mendukung ahok, terlebih NLD, kita ingin lihat, apakah benar orang bali itu SUKA PADA AHOK seperti tulisan pak MADE di atas?

Mendukung ahok dilambangkan dengan cap sangat toleran dan bhinneka banget. Dan Bali juga di klaim sebagai daerah yang toleran karena mampu hidup di dua budaya, timur dan barat, karena Bali adalah daerah pariwisata. Tapi saat ahok dilempar ke sana, ternyata orang bali masih suka pribumi yang memimpin daerahnya..☺☺.

Warga Bali sama dengan saya, saya pun ingin daerah saya dipompin oleh pribumi demikian juga dengan Jakarta juga ingin dipimpin oleh pribumi.

"Tapi ahok kan pribumi juga, dia orang indonesia saat ini..jangan sebut ahok bukan pribumi dong. Rasis itu namanya.."..

Saya gak akan jawab...nunggu NLD yang menjawabnya.

Saat benda itu berada di luar, kita berkata bisa menerimanya dan sangat indah bicara TOLERANSI DAN BHINNEKA. Tapi Saat benda itu dihadapkan pada kita, akan banyak bunyi yang keluar bermuara pada satu kata..TOLAK. | Ngelmu.id

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf - Ahoker ini membuat blunder. Alih-alih ingin membala Ahok junjungannya, justru malu yang ia dapatkan.

Apa sebabnya? Dalam salah satu postingannya, Niluh Djelantik yang merupakan pendukung berat Ahok ini menyatakan bahwa Steven si pencaci Bupati NTB dengan sebutan "Tiko" adalah sosok yang fiktif.

Akibat tindakan cerobohnya itu, justru ia menuai malu dan akhirnya ia pun menghapus postingannya dan meralat tulisan yang pernah ia buat.

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf


Selamat siang Kesayangan. Kuharap kalian sehat dan berbahagia selalu. Sehubungan dengan postinganku mengenai Steven, aku ijin untuk menghapus agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. Jangan kuatir, postingan sudah aku simpan kok.

Alasan aku menulis adalah dikarenakan aku menerima inbox menyampaikan kekuatiran warga pendatang yang berdomisili di Lombok. Berita mengenai Steven ini hadir disaat kita ini mulai terpecah oleh isu sara dan mengkotakkan kita dan ramai menjelang Pilkada DKI.

Aku mencari informasi terkait mengenai Steven namun hasilnya nil, kecuali berita dari media-media yang menyatakan dia adalah putra dari salah satu pengusaha ( aku sudah menerima pesan beserta berita resmi bahwa tidak benar Steven adalah putra dari pengusaha Winarko Sulistyo. Setelah ditelusuri bahkan dicek ke alamat yang tertera di KTP ternyata rumah tersebut telah kosong bertahun-tahun. Nomor NIK KTP valid dan tercantum pada KPU. Lalu siapakah sebenarnya Steven ini ?
Jujur, setelah ada komentar di IG mengenai klarifikasi beliau, aku baru melihat untuk pertama kali, kemarin malam bahwa Pak Gubernur Tuan Guru Bajang sudah membuat klarifikasi secara langsung perihal kejadian tersebut dan sudah memaafkan Steven.

Terlepas dari kejadian ini, sebagai minoritas dan aku sangat peduli pada bangsa ini. Berita-berita di sosial media telah menimbulkan keresahan dan kemarahan masyarakat. Peristiwa ini sangat menyudutkan kami sebagai warga minoritas di negeri ini dan untuk itulah aku berusaha mencari info yang valid dan aku meminta maaf jika copy paste pesan wa yang kuterima tidak kusaring terlebih dahulu.

Kebenaran akan muncul pada saatnya. Aku minta maaf jika berita yang kushare mengecewakan kalian. Terimakasih.

Peluk erat, Niluh.


Keok di Jakarta, Ahok Akan Nyagub di Bali? Anda Setuju? Tanda Tangani Petisinya!

Keok di Jakarta, Ahok Akan Nyagub di Bali? Anda Setuju? Tanda Tangani Petisinya! - Gagal di Pilgub DKI bukan berarti akhir bagi Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok untuk menjadi gubernur. Kini, sebuah petisi yang mendorong agar Ahok ikut dalam Pilgub Bali yang akan berlangsung Juni 2018 mucul.

Petisi agar Ahok menjadi Bali 1 dibuat oleh Wika Ganesha pada Rabu (19/4), masih di hari pelaksanaan Pilkada DKI. Hingga Minggu(23/4) malam, sudah sebanyak 5.039 orang yang menandatangani petisi tersebut. Wika sendiri di media sosialnya mencantumkan Perth, Australia sebagai tempat tinggalnya.

Keok di Jakarta, Ahok Akan Nyagub di Bali? Anda Setuju? Tanda Tangani Petisinya!


Setelah Pilkada Serentak 2017 dilangsungkan di 101 kabupaten, kota dan propinsi, pada Juni 2018 akan digelar pilkada serentak gelombang kedua di 171 kota, kabupaten dan provinsi. Ada 17 provinsi yang akan melangsungkan pilkada serentak pada 2018. Di antaranya Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Wika menilai Pilkada DKI mencerminkan ketidakadilan demokrasi, serta tidak sejalan dengan rasionalitas. Dia berharap kekalahan Ahok dalam Pilkada DKI tidak membuat lelaki asal Bangka Belitung itu jadi ciut. Sebaliknya dia memandang Ahok sebagai aset bangsa yang harus diselamatkan dan dimanfaatkan.

Di sisi lain Wika menilai Bali sebagai etalase Indonesia di dunia internasional, minim pemimpin formal yang punya dedikasi dan keteladanan dalam membangun daerahnya. Namun diskripsi Wika kurang jelas arahnya ketika mengulas soal rencana reklamasi Teluk Benoa, dikaitkan dengan kepemimpinan daerah.

Di satu sisi dia menilai kepemimpinan Bali dalam kondisi yang lemah, kemudian menjadikan Bali semakin parah, dengan jalannya yang terseok-seok. Apalagi dengan adanya rencana reklamasi Teluk Benoa tulis Wika.

"Petisi ini ditujukan untuk menggalang dukungan Ahok menjadi Gubernur Bali, bukan hanya untuk warga Bali, melainkan juga untuk warga Indonesia, bahwa Ahok merupakan individu yang tepat untuk Bali 1 atau Guberur Bali," tulis Wika. | Republika.co.id

Bunyi Petisi Ahok for Bali


Ahok for Bali 1

Dari sekian banyak sistem pengelolaan Negara, demokrasi diyakini sebagai pilihan terbaik. Namun demikian, demokrasi bukan berarti tanpa celah. Apa yang ditunjukkan pada PILKADA DKI hari ini merupakan contoh yang sahih 'ketidakadilan' demokrasi, bahwa ia tidak harus sejalan dengan nilai-nilai universal dan rasionalitas. Kemenangan tetap dapat diraih meski dengan cara yang irrasional bahkan brutal sekalipun.

Namun demikian, atas nama konvensi pada pilihan demokrasi, kita harus menerima semua hasil tersebut dengan lapang dada. Tentu, kekalahan pasangan Basuki-Djarot ini tidak berarti  mengecilkan kegigihan individu pejuang bernama Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok untuk menjunjung tinggi sportifitas selama masa kampanye hingga akhir pemungutan suara, yang ia tunjukkan pada pidato pengakuan kekalahannya sore tadi. Ia tetap adalah aset bangsa yang harus 'diselamatkan dan sekaligus dimanfaatkan' untuk sebesar-besarnya kemajuan demokrasi di tanah air.

Disisi lain, Bali, etalasi Indonesia di dunia International, dengan segala potensi yang dimilikinya tengah terseok-seok dalam mengejawantahkan keadilan sosial bagi rakyatnya. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya komitmen, dedikasi dan keteladanan para pemimpin formalnya dalam membangun daerah ini. Sejak era reformasi digulirkan, ketimpangan kesenjangan antar daerah bahkan kian menganga, yang semakin diperparah dengan rencana reklamasi Teluk Benoa. Demikian pula dengan permasalahan sosial kemasyarakatan lain utamanya cengkeraman premanisme dalam perhelatan demokrasi lokalnya. Dengan tanpa menafikan segala upaya yang telah dilakukan oleh pemimpin Bali selama ini, (pembangunan) Bali seharusnya bisa 'terbang' melampaui daerah-daerah lain di Indonesia, apabila dikelola oleh tangan dan kepala yang tepat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bali memerlukan pemimpin yang 'luar biasa'; yang selain mempunyai tekad dan komitmen, ia harus memiliki keberanian dalam dalam memberantas gurita premanisme serta hegemoni investor yang berkolusi dengan penguasa. Bali harus mampu keluar dari rutinitas demokrasi yang menghasilkan pemimpin yang "biasa-biasa saja".

Dalam rangka 'memanfaatkan' potensi Ahok untuk hal yang 'lebih besar' sekaligus menjawab kebutuhan Bali yang urgent, petisi ini dibuat untuk menggalang dukungan bukan hanya dari segenap warga Bali, melainkan juga warga Indonesia bahwa Ahok  merupakan individu yang tepat untuk Bali 1 aka Gubernur Bali. Dukungan ini pula berupaya untuk meminta kesedian sekaligus meyakinkan ybs bahwa dengan menjadi gubernur Bali bukan sebuah downgrade dari posisi sebelumnya, bahkan sebaliknya mempunyai misi yang lebih mulia untuk membuka mata dunia bahwa Indonesia merupakan Negara yang demokratis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral yang dianut secara universal, disamping sederet alasan lain yang dapat kita kemukakan pada kesempatan yang berbeda. Petisi ini tidak dimaksudkan untuk menafikan potensi pemimpin yang dimiliki oleh Bali, justru merupakan pelecut kompetensi sekaligus satire belenggu status quo bagi munculnya calon pemimpin potensial atas nama demokrasi yang sama pula.

Preambule ini tentu tidak akan mempunyai makna tanpa dukungan dari rekan-rekan semuanya. Oleh karenanya, silahkan nyatakan keberpihakan rekan-rekan dengan mendukung petisi ini.

Santih
Perth, 19 April 2017
Wika

Ikut tandatangani petisinya disini: https://www.change.org/p/indonesia-ahok-for-bali-1

Jumat, 21 April 2017

Dibohongi Bahwa Ahok Menang, Anak Ini Menangis Meraung-Raung. Tangisnya Baru Berhenti Setelah Dikatakan Begini....

Dibohongi Bahwa Ahok Menang, Anak Ini Menangis Meraung-Raung. Tangisnya Baru Berhenti Setelah Dikatakan Begini.... - Sebuah video seorang anask perempuan sekira usia 6 atau 7 tahun yang menangis meraung-raung mendadak menjadi viral di sosmed.

Adalah akun @pemikir5 yang memposting video itu. Dalam vieo itu, orang tua si anak memancing dengan ungkapan berita, "Anies kalah dan Ahok menang." Sontak tangis anak itu makin menjadi.

Dibohongi Bahwa Ahok Menang, Anak Ini Menangis Meraung-Raung. Tangisnya Baru Berhenti Setelah Dikatakan Begini....


"Adik maunya apa? Anies yang menang?" Maka si anak pun mengangguk tanda setuju. "Ya sudah, Anies yang menang ya? Cup...cup...

Penasaran dengan videonya? Silakan simak videonya berikut ini:


Pasca Kekalahan Ahok-Djarot, Netizen Tagih Untuk Potong Kuping, Ini Jawaban Ruhut Sitompul

Juru bicara tim Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, buka suara menanggapi netizen yang menagih janjinya memotong kuping pasca-kekalahan pasangan nomor dua dalam pilkada DKI Jakarta. Ruhut berkilah tak ada janji yang harus ditepati terkait dengan hal itu.

“Kalau hari itu, aku ngajak bertaruh berani enggak potong kuping, tapi kan enggak ada yang berani, enggak ada yang nanggepin,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Jumat, 21 April 2017.

Ruhut mengaku melontarkan kalimat potong kuping untuk mengajak pendukung tim lawan bertaruh, tapi tak ada satu pun yang menyambut tantangan itu. “Jadi, kalau sekarang ditagih, saya tertawa aja, termehek-mehek,” ujarnya.

Sehingga, menurut dia, janji potong kuping itu tidak berlaku. Ruhut pun berkomentar bahwa kemenangan yang diraih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno disebabkan teror agama. “Kalau enggak ada teror agama, mana mungkin pasangan itu menang. Kawan-kawan Tionghoa jadi takut dan memilih golput. Enggak berani milih,” katanya.

Pasca Kekalahan Ahok-Djarot, Netizen Tagih Untuk Potong Kuping, Ini Jawaban Ruhut Sitompul


Ruhut menambahkan, baginya, Ahok dan Djarot tetap menang dalam pertarungan yang sesungguhnya. “Mereka tidak kalah. Ini seperti daripada rusuh-rusuh, kasih aja ke mereka. Mampu enggak mereka memimpin kayak Ahok,” ucapnya. Dia mengatakan, saat ini, yang perlu ditagih justru janji Anies-Sandi terkait dengan program-program yang digulirkan ketika kampanye, seperti uang muka (DP) rumah nol persen, tolak reklamasi, penutupan Alexis, hingga dana Rp 3 miliar untuk setiap rukun warga (RW).

“Kita tagih semua janjinya. Itu kan bohong semua, apa bisa dilakukan,” katanya. Ruhut menilai langkah Anies-Sandi dalam mewujudkan program-programnya juga tak akan mudah, terlebih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta masih didominasi partai koalisi pendukung Ahok-Djarot. “Kalau mau anggaran kan harus disetujui DPRD, sementara pendukung dia kan cuma dua,” ujarnya.

Meskipun demikian, Ruhut berujar dia telah mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi melalui akun Twitter miliknya pada 19 April lalu, sesaat setelah hasil hitung cepat dipublikasikan. “Malam itu juga udah ngucapin. Aku tertawa aja dan kita lihat ini. Kita mesti bilang selamat sudah menang, tapi laksanakan tugasmu,” katanya. | Tempo.co

Kompas, Jokowi dan PDIP Gagal Halangi Kemenangan Gunernur Muslim. Bravo Habib Rizieq

Kompas, Jokowi dan PDIP Gagal Halangi Kemenangan Gunernur Muslim. Bravo Habib Rizieq

Faizal Assegaf (Progres 98)

Lantunan doa dan takbiran bergema di sejumlah masjid saat proses pencoblosan di TPS. Ribuan umat berkumpul di berbagai tempat dan menghalau massa kotak-kotak yang dicurigai hendak membuat kekacauan.

Inilah hari paling bersejarah bagi kebangkitan Islam yang dimotori oleh Habib Rizieq, para ulama kritis dan aktivis masjid. Tampil gagah dan solid memenangkan gubernur muslim di jantung strategis ibu kota negara.

Habib Rizieq dan para ulama tidak hanya sukses menyatukan kekuatan suara warga DKI untuk menangkan Anies-Sandi, tapi perjuangan selanjutnya adalah membawa terdakwa penista agama ke penjara.

Kompas, Jokowi dan PDIP Gagal Halangi Kemenangan Gunernur Muslim. Bravo Habib Rizieq


Sebab penistaan atas kesucian Al Qur'an yang dilakukan terdakwa politisi keturunan Cina alias Ahok telah menyiram luka mendalam di hati jutaan umat beragama di negeri ini.

Perbuatan bejat dan keji tersebut bahkan telah menimbulkan saling curiga dan ketegangan antar umat beragama. Dan sangat menyedihkan para ulama yang menuntut keadilan dikriminalisasi dan diperlakukan semena-mena oleh rezim Jokowi.

Kini arus kebangkitan Islam makin membesar seiring dengan kemenangan gubernur muslim. Hadirnya solidaritas dan spirit Aksi Bela Islam makin menimbulkan ketakutan oleh rezim Jokowi, PDIP dan Kompas alias komando pastur.

Segala upaya licik, intimidasi dan teror dilakukan guna mencegah aspirasi jutaan rakyat Jakarta untuk menangkan Anies-Sandi. Tapi ulama dan jutaan umat Islam berhasil melakukan perlawanan.
Kemenangan Anies-Sandi adalah bonus dari solidaritas ulama dan jutaan rakyat yang terlibat dalam Aksi Bela Islam bertajuk gerakan Al Maidah 51.

Api perjuangan tidak berhenti pada kemenangan gubernur muslim memimpin Jakarta, namun gerakan Aksi Bela Islam akan terus bergema untuk melawan ketidakadilan di negeri ini. Allahu Akbar !!!

--19 April 2017--

Rabu, 19 April 2017

Jagoannya Keok di Pilkada DKI, Ini Komentar Ruhut Sitompul. Netizen: Jadi Kapan Potong Kupingnya, Bang!

Jagoannya Keok di Pilkada DKI, Ini Komentar Ruhut Sitompul. Netizen: Jadi Potong Kuping, Bang! - Polisisi yang satu ini memang selalu penuh dengan kontroversi. Siapa lagi kalau bukan Ruhut Sitompul. Gaya bicaranya yang ceplas ceplos, nylekit dan kadang bisa membuat lawan bicara atau lawan politiknya menjadi meradang.

Seperti diketahui, bahwa dalam Pilkada DKI tahun 2017 ini, ia mendukung paslon 2 Ahok-Djarot. Ia membelot sejak pilkada putaran pertama dahulu. Partai Demokrat tempat ia bernaung selama ini yang kala itu menjagokan Agus-Silvy, namun Ruhut justru mendukung paslon lain. Jadilah akhirnya ia didepak dari kepengurusan Partai Demokrat.

Jagoannya Keok di Pilkada DKI, Ini Komentar Ruhut Sitompul. Netizen: Jadi Kapan Potong Kupingnya, Bang!


Di Pilkada putaran kedua ini, calon yang ia gadang-gadang dan dukung dengan sepenuh hati sepertinya bakal kalah. Apa komentarnya menyikapi kekalahan calon yang didukungnya?

Via akun Twitter miliknya @ruhutsitompul  ia berucap, "Siap Menang Siap Kalah, "Selamat utk Anies & Sandi menjadi Pemenang Pilkada Gubernur DKI" AhokDjarot percayalah ada "Rencana Tuhan yg Indah" twitnya pada 19 AApril kemarin,



Bang Ruhut, Jadi Potong Kuping?


Menanggapi cuitan itu netizen pun ramai berkomentar:

machfud‏ @machfud201062: muga ke 2 telinga bpk yth Ruhut Sitpompul dlm keadaan sehat sejahtera

Adi‏ @adisyamhaj: apa nunggu hasil resmi kpu dulu baru potong kuping bg

*antonio bandempo*‏ @andhilhamsan: Jadi potong kupingnya bang?


Pantau Terus Real Count Pilkada DKI Terbaru di Situs Ini

Pantau Terus Real Count Pilkada DKI Terbaru di Situs Ini - Hingar bingar pilkada DKI mampu mewarnai seantero negeri. Wajar, mengingat DKI adalah ibukota Indonesia. Maka, mau tidak mau, apa-apa yang berbau Jakarta juga akan ikut menjadi ramai diperbincangkan oleh khalayak ramai di seluruh pesosok negeri. Termasuk soal Pilkada DKI tahun 2017 ini.

Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga yang mengadakan, pasangan calon nomor urut 3 Anies Baswedan - Sandiaga Uno unggul atas pasangan calon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama - Djarot. Akan tetapi, quick count bukanlah hasil akhir.

Hasil perhitungan yang sesungguhnya dalah perhitungan suara versi KPU. Penghitungan suara versi KPU adalah penghitungan suara yang sah dan yang diakui.

Pantau terus hasil penghitungan nyata (real count) Pilkada DKI yang terbaru di situs resmi KPU yaitu di link ini: https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/2/t1/dki_jakarta

Dari hasil pemantauan saat tulisan ini dibuat, total suara yang sudah masuk adalah 26,79% atau 3.492 dari 13.034 TPS yang ada. Sementara perolehan suara sementara pasangan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. memperoleh 44.67% suara dan pasangan Anies Baswedan, Ph.D. dan Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh 55.33% suara.

Berikut infografis selengkapnya:

Pantau Terus Real Count Pilkada DKI Terbaru di Situs Ini

Wow! Ahok-Djarot Keok di TPS-nya Megawati. Pertanda Apa Ini?

Wow! Ahok-Djarot Keok di TPS-nya Megawati. Pertanda Apa Ini? - Suara pendukung pasangan Ahok-Djarot kalah di kandangnya sendiri. Di TPS 027 Kebagusan, suara pasangan no urut 2 Ahok-Djarot berada di bawah pasangan no urut 3 Anies-Sandi.

Dari hasil akhir di TPS tempat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri itu didapat hasil pasangan Ahok-Djarot sebanyak 252 suara. Sedangkan pasangan Anis-Sandi memperolah 294 suara. Pasangan no urut 3 ini unggul 42 suara dari pasangan no urut 2.

Wow! Ahok-Djarot Keok di TPS-nya Megawati. Pertanda Apa Ini?


Di TPS 027 jumlah DPT yang memiliki hak suara sebanyak 751. Namun tidak semua pemilih hadir ke TPS. Dari hasil penghitungan di papan, terlihat hasil pasangan no urut 2 adalah 75, 75, 75 dan 25. Sedangkan pasangan no urut 3 adalah 75, 75,75 dan 69. Suara tidak sah sebanyak 7 surat suara.

Pada saat penghitungan tadi, massa kedua paslon bersorak senang ketika surat suara dinyatakan sah. Namun ketika suara paslon 3 lebih unggul, massa paslon no 2 sedikit meredup suaranya. Ketika penghitungan selesai, massa pendukung paslon 3 langsung bersalawat.

Sementara sampai sekarang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS ini sedang melakukan penghitungan ulang. Belum diketahui mengapa dilakukan penghitungan ulang karena semua petugas sedang fokus pada proses hitung ulang. (Sindonews.com)

Selasa, 18 April 2017

Sadis! Karena Terobos Razia, Polisi Berondong Mobil Berisi Satu Keluarga. Satu Orang Tewas Mengenaskan

Sadis! Karena Terobos Razia, Polisi Berondong Mobil Berisi Satu Keluarga. Satu Orang Tewas Mengenaskan - Mobil Honda City warna hitam bernopol BG 1488 ON yang membawa satu keluarga diberondong tembakan di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB. Satu orang tewas di lokasi dan lima orang kritis akibat dihujani tembakan.

Belum diperoleh informasi jelas dari kepolisian terkait kasus penembakan terhadap mobil yang berisi tujuh orang tersebut. Keterangan saksi mata di lokasi, personel Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur, sempat melakukan pengejaran terhadap mobil Honda City yang dikendarai Diki (29), warga Kecamatan Blitar, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Mobil Berisi Satu Keluarga Dihujani Tembakan, Satu Tewas dan Lima Kritis
Petugas kepolisian melakukan pengejaran dengan mobil Patwal, setelah Honda City yang berisi tujuh orang itu menerobos razia yang digelar Polres Lubuklinggau di Jalan Lingkar Selatan. Saat menerobos razia, mobil Honda City tersebut sempat menabrak mobil polisi.

Sejumlah personel polisi melakukan pengejaran terhadap mobil Honda City tersebut. Setiba di Jalan HM Soeharto tepat di samping kantor Bank Mandiri Unit Simpang Priuk, mobil Honda City ini berhasil dipepet polisi dari samping kanan dan dihujani tembakan.

"Mobil itu sudah digiring polisi dari jalan depan penjahit setia dan berhenti di samping kantor Bank Mandiri. Setelah dipepet oleh polisi, mobil itu ditembaki dari samping kanan," terang seorang saksi mata berinsial IQ (25).

Sadis! Karena Terobos Razia, Polisi Berondong Mobil Berisi Satu Keluarga. Satu Orang Tewas Mengenaskan


Menurut IQ tembakan tersebut mengenai enam penumpang di dalam mobil dan satu di antaranya tewas di tempat kejadian. Korban tewas dan lima korban luka lainnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah dan RSUD Sobirin Mura di Lubuklinggau.

"Kalau yang saya lihat tadi, di bagian depan ada tiga orang. Satu sopir, satu kakek-kakek, dan satu anak-anak. Kemudian di kursi belakang sopir ada empat orang, dua ibu-ibu, satu bapak paruh baya, satu anak-anak. Nah yang kena tembak itu kebanyakan yang di belakang," katanya.

Pantauan di lapangan, setelah kejadian berdarah tersebut polisi berjaga ketat di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan Rumah Sakit dr Sobirin Mura di Lubuklinggau. Bahkan awak media tidak diperbolehkan dan diusir saat hendak mengambil gambar korban.

Terlihat Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara, mengecek kondisi korban di dua rumah sakit tersebut. Namun, Wakapolres enggan memberikan keterangan detail terkait peristiwa tersebut. "Biar tidak simpang siur, satu corong saja. Kita tunggu Kapolres pulang dari Palembang, sekarang dalam perjalanan," tegasnya.

Sindonews.com

Senin, 17 April 2017

Astaghfirullah... KH. Said Aqil Tuduh Ust. Bachtiar Nasir Terima Dana Rp 10 Milyar Dari ISIS

Astaghfirullah... KH. Said Aqil Tuduh Ust. Bachtiar Nasir Terima Dana Rp 10 Milyar Dari ISIS - Adalah seorang netizen, Mustofa Nahrawardaya yang dalam status Twitternya pada 17 April ini.

Dalam statusnya, ia mengunggah sebuah video berupa ceramah KH. Said Aqil yang memfitnah Ust. Bachtiar Nasir yang saat ini menjabat sebagai Ketum GNPF MUI menerima dana sebesar Rp 10 Milyar dari ISIS.

Astaghfirullah... KH. Said Aqil Tuduh Ust. Bachtiar Nasir Terima Dana Rp 10 Milyar Dari ISIS


"USTADZ @bachtiarnasir disebut oleh @saidaqil menerima Rp. 10 Milyar dari ISIS. Astaghfirullah. Inalillahi."

Berikut ini tweet beliau selengkapnya:


Hal ini sontak mendapatkan komentar beragam dari netizen:

Nah lo... Rumah Dinas DPR Milik Adian Napitupulu Jadi Tempat Menimbun Sembako Timses Ahok-Djarot

Nah lo... Rumah Dinas DPR Milik Adian Napitupulu Jadi Tempat Menimbun Sembako Timses Ahok-Djarot - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengendus adanya pemanfaatan rumah dinas Anggota DPR RI sebagai tempat penampungan sembako yang dibagikan ke warga oleh tim pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Menurut wakil ketua tim advokasi Anies-Sandiaga, Yupen Hadi, rumah dinas tersebut terletak di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan. Saat ini, kata dia, di rumah itu terdapat tumpukan sembako yang diduga akan disebar sebelum pencoblosan.

"Ada satu alamat, itu fasilitas negara, rumah dinas Anggota DPR RI DPR di blok 4-323 jadi tempat penyimpanan logistik yang hari ini didistribusikan," kata Yupen.

Nah lo... Rumah Dinas DPR Milik Adian Napitupulu Jadi Tempat Menimbun Sembako Timses Ahok-Djarot


Diketahui, rumah tersebut merupakan rumah dinas yang ditempati Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Adian Napitupulu. Sebagian sembako tersebut sudah dibagikan di daerah Kalibata pada hari ini.

"Mungkin akan dibagikan secara terus menerus hingga hari pencoblosan," ujar Yupen.

Dengan temuan tersebut, dia berharap aparat tidak tinggal diam. Menurutnya, jika hal ini dibiarkan tanpa ada tindakan dari pihak aparat dan pengelola perumahan negara maka dapat menciderai demokrasi.

"Ya harus ditindak. Jangan dibiarkanlah. Ini merusak demokrasi kita," kata Yupen.

Sumber: Suara.com

Baca berita terkait:


Mobil Pengangkut Nasi Bungkus Pendemo Rumah SBY Ketinggalan. Milik Adian Napitupulu?




Minggu, 16 April 2017

Rekening GNPF MUI Ditahan Polisi, Akibatnya Dana Ummat Tidak Tersalurkan

Rekening GNPF MUI Ditahan Polisi, Akibatnya Dana Ummat Tidak Tersalurkan - Penasihat hukum Gerakan Hasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Lutfi Hakim mengatakan, pihak kepolisian telah mengambil buku tabungan rekening milik GNPF-MUI, sejak beberapa hari lalu.

Karenanya, sampai hari ini, ia mengaku pihak GNPF MUI belum bisa menyalurkan dana umat sesuai dengan yang telah diamanahkan.

“Beberapa hari lalu, kepolisian mengambil buku tabungan milik GNPF-MUI, karenanya kami mohon maaf kepada semuanya, belum bisa menyalurkan amanah yang dititipkan pada kami” ungkap Lutfi Hakim, di Masjid Al Ittihad, Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (16/04).

Rekening GNPF MUI Ditahan Polisi, Akibatnya Dana Ummat Tidak Tersalurkan


Ia pun mengatakan, kepolisian mengambil buku tabungan yang dikelola GNPF MUI karena dituding terkait organisasi ISIS.

“Kita sudah menghubungi orang kepolisian, dan sudah sampai di pihak paling tinggi yang bisa kami huhungi, dan mereka sudah memperbolehkan untuk mengambil buku tabungan itu, namun nyatanya sampai hari ini belum juga diperbolehkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa ada ratusan donatur yang harus dikecewakan dengan adanya penyitaan buku tabungan dan karenanya tidak bisa mencairkan dana umat yang ditampung GNPF MUI.

“Kami merasa terpaksa menyampaikan hal ini, dan nantinya akan kami diskusikan lagi jalan keluarnya, karena dari pihak bank juga tidak memberikan solusi pengambilan dana umat ini, karena mereka mungkin takut juga berhubungan dengan kepolisian,” pungkasnya.

Sumber: https://www.kiblat.net/2017/04/16/polisi-tahan-rekening-gnpf-mui-dana-umat-tak-tersalurkan/

Surat Cinta Terakhir Untuk Muslim Ahoker

Surat Cinta Terakhir Untuk Muslim Ahoker

Assalamu'alaikum saudaraku...
Maaf, jika perbedaan pendapat di antara kita selama ini menciderai hubungan kita. Maaf, jika cara kami menasihati seringkali menyakitkan hati. Maaf, jika kami terkesan sangat memaksakan kehendak agar kau bisa sejalan dengan kami.

Tapi...
Kalaulah kalian ingin tahu... apa alasan kami melakukan ini. Jawab kami hanya satu: "karena kami merasa kita bersaudara dalam aqidah yang sama. Kami mencintai kalian karena Allah. Dan kami ingin berkumpul dengan kalian lagi di surgaNya."

Selama ini... kita meyakini 1 tuhan yang sama. Kita mengucap kalimat syahadat yang sama. Kita bertuhan Allah dan mengucap "asyhadu alla ilaaha illallah."

Surat Cinta Terakhir Untuk Muslim Ahoker


Selama ini... kita memeluk islam dan tak ingin menggantinya dengan agama yang lain. Kita terlahir Muslim dan kita juga sama-sama ingin mati dalam keadaan muslim. Bukankah benar begitu?

Dan kita juga punya harapan yang sama... harapan untuk masuk ke dalam surgaNya. Juga harapan untuk bisa selamat dari api nerakaNya.

Lantas...
Belakangan ini kita menjadi berbeda. Kami marah pada penista agama atas nama muslim. Dan kalian memaafkan penista agama juga atas nama muslim. Siapakah gerangan yang benar di antara kita? Islam versi kalian atau islam versi kami?

Mungkin kita perlu untuk duduk bersama dalam majelis ilmu untuk mengkaji ayat-ayat Allah dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar kita memiliki pemahaman yang utuh terhadapnya. Bukan untuk mencari siapa yang salah di antara kita... tapi untuk mencari kebenaran yang sebenar-benarnya.

Sejenak, kalau lah kita ada dalam satu jamuan yang sama... dimana di jamuan makan itu ada daging ayam, daging sapi dan daging babi. Kemudian kami bilang, "wahai saudaraku, haram bagi kita untuk memakan daging babi selama masih ada daging ayam dan daging sapi..." Apa kami salah berkata demikian? Bukankah kalian sepakat dengan kami dalam hal ini?

Lalu, misalkan...dalam satu jamuan ada kopi, susu, dan khamr. Lantas kami mengingatkan kepada kalian, "wahai saudaraku, mari kita minum kopi atau susu saja... karena Allah melarang kita meminum khamr."

Ah, nyatanya kita sepakat dalam hal ini bukan? Kita dengar dan kita patuh tanpa banyak bertanya dan menggugat; "Kenapa haram?", "Definisi babi itu apa dulu? Jangan-jangan yang haram cuma kulitnya?", "Bukankah khamr juga ada manfaatnya? Banyak orang tenang setelah minum khamr kan?"...

Sebenarnya, begitu pun dengan masalah kita saat ini. Saat ini kami hanya mengingatkan sebagaimana biasanya kita memang saling mengingatkan. Kami hanya memberi tahu bila memang kalian belum tahu. "Wahai saudaraku, jangan memilih yang kafir, selama masih ada yang muslim.", "Wahai saudaraku, pilihlah yang muslim, karena Allah melarang kita memilih yang kafir."

Ah, tapi kenapa respon kalian jadi berbeda? Kenapa kalian mendengar tapi kemudian membangkang? Kenapa kalian jadi banyak tanya? "Apa definisi auliya'?" , "Lebih baik mana kafir yang kerjanya bagus atau muslim yang ...?" Dan segudang tanya serta pembelaan yang intinya; kalian tidak mau menerima nasihat ini!

Sekarang kami tahu, mengapa ayat melarang babi  dan khamr tidak lebih dari 5 kali. Namun ayat larangan memilih pemimpin kafir Allah tulis belasan kali...

Karena nyatanya, tidak mudah bagi kalian untuk menerima nasihat soal ini. Perlu berapa ayat lagi agar kalian mau tunduk patuh terhadapNya?

Ah. Maaf maaf, sekali lagi kami bicara seakan kebenaran hanya milik kami.

Biarlah, kami berlepas diri. Hari ini , dalam bilik suara yang hanya 1x1m itu, hanya ada kau dan Allah. Serta para malaikat yang siap menuliskan apa adanya siapa gerangan pilihanmu. Kelak, cukup bagimu siapkan hujjah yang kuat di hadapan Allah atas apa yang telah engkau putuskan secara sadar. Dan kami pun juga kelak akan membela diri, bahwa kami telah mengingatkanmu saat di dunia dahulu.

Wassalamu'alaikum.

Source: Group WA

Menolak Lupa! Ahok: Bunuh di Tempat Demonstran yang Anarkis

Menolak Lupa! Ahok: Bunuh di Tempat Demonstran yang Anarkis. Saat masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta lalu, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan membiarkan seluruh aksi unjuk rasa anarkis di Jakarta. Termasuk aksi yang bertujuan untuk menggulingkan pemimpin daerah.

Pria yang akrab disapa Ahok ini menegaskan negara tidak boleh dikalahkan oleh kelompok anarkis yang mengatasnamakan kepentingan tertentu. Terutama kepentingan tersebut menyangkut tentang agama suku dan ras.

untuk itu jika ada kelompok yang menghambat usaha pemerintah untuk melaksanakan hal yang diamanatkan oleh konstitusi, maka aparat harus bertindak tegas.

Menolak Lupa! Ahok: Bunuh di Tempat Demonstran yang Anarkis


"Ini tugas pemerintah kalau ada kelompok bertindak anarkis dan justru mengancam nyawa banyak orang, saya minta petugas untuk tindak tegas, bila perlu bunuh di tempat sekalipun ada kamera TV menyorot," tegasnya.

Menurutnya hal demikian perlu dilakukan agar tindakan serupa kelak tidak dilakukan atau ditiru oleh pihak-pihak lainnya.

Berita menarik lainnya:

Mengapa Kompas.com Tidak Mengutuk Aksi Teror Bom di Cawang Delat Lokasi Tabligh Akbar Habib Rizieq?

Namun, ia berharap aksi anarkis yang membutuhkan tindakan keras itu tidak perlu terjadi. Hal itu karena tindakan yang erat dengan indikasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut dapat merusak identitas negara.

Ahok menambahkan, ia pun tidak akan membiarkan aksi demostrasi yang mencoba mengulingkannya. "Tentu saya tidak akan biarkan kalau saya diserbu sama demonstran anarkis. Saya tidak mau nanti orang-orang pasang lilin duka cita gubernur terguling di Balai Kota," ujarnya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/10/14/ndf6yr-ahok-bunuh-di-tempat-demonstran-yang-anarkis

Mengapa Kompas.com Tidak Mengutuk Aksi Teror Bom di Cawang Delat Lokasi Tabligh Akbar Habib Rizieq?

Mengapa Kompas.com Tidak Mengutuk Aksi Teror Bom di Cawang Delat Lokasi Tabligh Akbar Habib Rizieq?

Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Belum lepas dari rangkaian kriminalisasi ulama secara keji, kini muncul aksi teror bom mobil di Cawang saat ribuan umat Islam dan para ulama menggelar tabliq akbar, Minggu dini hari (16/4).

Peristiwa sangat biadab itu dengan cepat beredar di jaringan media sosial dan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Ini kasus besar dan sangat memprihatinkan.

Namun mengapa Kompas yang merupakan media utama pendukung terdakwa penista agama dan sangat terdepan menunjukan permusuhan kepada umat Islam bersikap bungkam?

Mengapa Kompas.com Tidak Mengutuk Aksi Teror Bom di Cawang Delat Lokasi Tabligh Akbar Habib Rizieq?


Kalaupun kasus teror itu diberitakan Kampas, maka opini yang digiring akan menyudutkan umat Islam dengan segala isu yang menyesatkan dan penuh rekayasa.

Kompas yang dijuluki sebagai media “Komando Pastur” terkenal menjadi alat propoganda bagi kepentingan kelompok terkait. Dalam lima tahun terakhir ini sangat agresif mengadu-domba umat Islam dengan berbagai pemberitaan yang tidak objektif.

Terlebih jelang Pilgub DKI Jakarta, Kompas giat membela terdakwa penista agama dan gencar menggiring rakyat untuk menyudutkan para ulama yang kritis terhadap rezim Jokowi.

Bungkamnya sikap Kompas atas kasus teror bom mobil di Cawang saat tabliq akbar, makin menunjukan bahwa media binaan misionaris tersebut sangat benci dan memusuhi ulama dan umat Islam.

Kompas sangat giat menstigmakan kelompok-kelompok umat Islam dengan isu intoleran, radikal, anti kebhinekaan, anti Pancasila dan sebagainya.

Tapi ketika tokoh separatis Uskup Belo dan jaringan gereja Katolik menghasut umat Nasrani untuk berontak melepas Timor Leste dari NKRI, Kompas tidak menyebut tindakan itu radikalis, pengkhianat negara dan anti Pancasila.

Wajar bila aksi teror bom mobil yang terjadi di Cawang, membuat sorotan jutaan mata umat Islam tertuju pada Kompas. Peristiwa kriminal tersebut disinyalir tidak lepas dari gesekan politik ideologi.

Semoga umat Islam dan seluruh rakyat tetap tenang, kompak dan tidak terprovokasi. Para pelaku yang terlibat harus diusut tuntas agar umat Islam tidak terbakar amarah dan menimbulkan gejolak politik serius di negeri ini.

Rabu, 12 April 2017

Mewakili Kaum Jomblo, Pria Ini Protes ke Paslon Pilkada DKI Karena Kepentingannya Tidak Diakomodir. Hahaha...

Mewakili Kaum Jomblo, Pria Ini Protes ke Paslon Pilkada DKI Karena Kepentingannya Tidak Diakomodir. Hahaha... - Ada-ada saja ulah pria yang satu ini. Ramai-ramai soal pilkada DKI Jakarta tahun 2017 ini, ia pun ikut-ikutan menyuarakan isi nuraninya.

Tapi kali ini agak berbeda. Jika kebanyakan orang menyuarakan kecondongannya mau pilih paslon yang mana, maka pria ini tidak.

Mewakili Kaum Jomblo, Pria Ini Protes ke Paslon Pilkada DKI Karena Kepentingannya Tidak Diakomodir. Hahaha...


Ia sungguh kecewa terhadap semua paslon yang maju pilkada dan lolos ke putaran kedua ini, yaitu paslon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Mengapa?

Soalnya kepentingan para jomblowan dan jomblowati sama sekali tidak diakomodir oleh mereka berdua.

Tidak tanggung-tanggung, ia protes menggunakan video seraya memaparkan data jumlah jomblowan dan jomblowati di DKI Jakarta.

Hahaha... ada-ada saja...

Ini dia video protes lelaki mewakili kaum jomblo itu:


Pernyataan Nyleneh Katib Aam PBNU: Siapa yang Jahat Terhadap Ahok Berarti Jahat Pada Islam

Pernyataan Nyleneh Katib Aam PBNU: Siapa yang Jahat Terhadap Ahok Berarti Jahat Pada Islam -- Khatib Aam PBNU ini punya pandangan yang nyleneh. Tidak seperti Rais Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin yang dengan tegas sikapnya terhadap Ahok si penista agama Islam.

Hal ini sebagaimana ditulis oleh Katib Aam PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di beranda Facebook miliknya (19 Maret):

Pernyataan Nyleneh Katib Aam PBNU: Siapa yang Jahat Terhadap Ahok Berarti Jahat Pada Islam


Masalah saya adalah bahwa saya tidak punya cukup kemewahan sebagaimana yang dimiliki oleh Zaenal Maarif atau Bramantyo Prijosusilo atau Akhmad Musta'in atau Triwibowo Budi Santoso atau lain-lainnya untuk menekuni fesbuk sehari-hari. Saya cuma bisa fesbukan secara nyak-nyuk. Nyuk, tinggal. Nyuk, tinggal. Maka tidak ada jalan untuk bertengkar dengan saya selain menemui saya langsung.

Saya berpendirian bahwa memusuhi Ahok hanya karena statusnya yang non-Muslim itu jahat. Jahat terhadap Ahok dan jahat terhadap Islam itu sendiri. Saya juga berpendirian bahwa tuduhan penistaan agama terhadap Ahok itu lalim.

Tapi bicara soal Muslim-kafir ataupun toleran-intoleran terkait pilgub Jakarta tidaklah ada manfaatnya bagi Jakarta maupun Indonesia. Pertanyaan yang lebih berguna adalah: apakah Jakarta perlu ditingkatkan kemakmurannya? Pandangan saya: tidak!

Apa komentarmu???


Memiliki Gelar Sunan, Seharusnya Ahok Pantas Menjadi Ketum PBNU!

Faizal Assegaf (Progres 98)

Walaupun sebagian umat Nasrani mati-matian membela Ahok, namun para petinggi gereja tidak nekat memberinya gelar pendeta, pastur apalagi menjadi uskup agung.

Petinggi gereja masih punya malu, waras dan tidak mata duitan sehingga bertindak kehilangan martabat. Kalaupun ada gereja menyebut Ahok adalah anak tuhan, itu hanya bualan saja.

Mana bisa Ahok menggeser kedudukan Jesus sebagai anak tuhan? Bisa-bisa disebut Jessus tandingan. Isu seperti itu hanyalah banyolan dan perlu diluruskan.

Tetapi lucunya PKB dan PPP sebagai partai Islam justru lebih norak, krasak-krusuk membela terdakwa penista Al Qur'an. Bahkan organiasasi sayap NU, GP Ansor bertindak bahalul, menyebut Ahok Sunan dan diberi nama Basuki Nurul Qomar.

Kalau sudah disebut Sunan dan dapat gelar sebagai Santri Kehormatan, maka posisi Ahok sangat istimewa melebihi ulama, kiyai dan ustad?

Memiliki Gelar Sunan, Seharusnya Ahok Pantas Menjadi Ketum PBNU!


Selanjutnya, monggo Sunan Basuki Nurul Qomar diangkat jadi Ketum PBNU. Sebab seorang Sunan layak memimpin para ulama, kiyai dan ustad.

Sungguh edan, umat mencemooh PBNU kini punya Sunan ke 10 berstatus terdakwa penistaan kesucian Al Qur'an, terkenal arogan, sumbu pendek dan doyan makan daging babi.

Ulah segelintir elite NU yang gelap mata telah mencoreng wibawa, kemulian dan harga diri organisasi NU. Pendekatan politik yang demikian sangat biadab dan tidak etis.

Ingat, organisasi NU, PPP dan PKB hadir atas dukungan umat. Tapi kini seolah tersandera oleh perilaku politisi busuk dan kiya abal-abal.

Kelezatan materi telah mengaburkan nurani, menggelapkan keimanan dan merusak akal sehat. Hati-hati, semangat membela terdakwa penista Al Qur'an akan menuai azab dari Allah.

Sudah banyak contoh, mereka yang getol melecehkan kesucian Islam dan mencoreng kehormatan Al Qur'an akan menuai petaka besar.

Jangan permainkan hati ulama dan umat Islam! Sudah cukup, Gus Dur adalah contoh nyata, saat berkuasa sangat banyak menyiram luka di hati rakyat. Hasilnya diusir secara hina dari Istana Negara!

Source: edunews.id

Polisi: Jualan Jilbab Online Istri Novel Baswedan Diduga Jadi Penyebab Penyiraman Air Keras

Polisi: Jualan  Jilbab Online Istri Novel Baswedan Diduga Jadi Penyebab Penyiraman Air Keras - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan membesuk korban penyerangan dengan air keras, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, yang dirawat di rumah sakit mata Jakarta Eye Center, Menteng, Selasa (11/4/2017) malam. Dalam kesempatan itu, Iriawan juga mengaku telah meminta keterangan dari istri Novel, Rina Emilda.

Keterangan yang digali dari istri Novel yakni seputar bisnis jualan pakaian muslimah yang ia pasarkan secara online.

"Tadi sudah kami dalami juga termasuk kepada istri yang bersangkutan, karena di rumahnya kan, ibu novel atau istrinya, itu jualan online gamis baju untuk semacam mukena, semacam jilbab kepada perempuan," kata dia.

Polisi: Jualan  Jilbab Online Istri Novel Baswedan Diduga Jadi Penyebab Penyiraman Air Keras


Menurut keterangan dari istri Novel, kata Iriawan, dirinya hanya menjual pakaian perempuan. Diduga, bisnis yang digeluti sang istri masih berkaitan dengan kasus penyerangan air keras yang dilakukan dua pelaku misterius.

"Saya tanyakan, apakah jualan baju lain, selain itu, mungkin jualan baju gamis laki-laki, dia menyatakan tidak ada. Itu jadi catatan kami, pertanyaan kami, karena ada korelasinya dengan kejadian tadi pagi," katanya.

Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan jika penyidik terus menggali keterangan dari saksi-saksi terkait kasus Novel. Kemungkinan, kata dia, pihaknya juga akan meminta keterangan rekan-rekan Novel yang juga menjadi penyidik KPK

"Dimungkinkan kami akan bertanya kepada kawan-kawan penyidik Novel, mungkin untuk memberikan keterangan tambahan. Dimungkinkan," kata dia.

Sumber: http://www.suara.com/news/2017/04/12/060900/kapolda-gali-info-soal-jualan-jilbab-online-istri-novel-kenapa