Minggu, 23 April 2017

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf - Ahoker ini membuat blunder. Alih-alih ingin membala Ahok junjungannya, justru malu yang ia dapatkan.

Apa sebabnya? Dalam salah satu postingannya, Niluh Djelantik yang merupakan pendukung berat Ahok ini menyatakan bahwa Steven si pencaci Bupati NTB dengan sebutan "Tiko" adalah sosok yang fiktif.

Akibat tindakan cerobohnya itu, justru ia menuai malu dan akhirnya ia pun menghapus postingannya dan meralat tulisan yang pernah ia buat.

Niluh Djelantik, Ahoker yang Nyatakan Steven Adalah Manusia Fiktif ini Akhirnya Minta Maaf


Selamat siang Kesayangan. Kuharap kalian sehat dan berbahagia selalu. Sehubungan dengan postinganku mengenai Steven, aku ijin untuk menghapus agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. Jangan kuatir, postingan sudah aku simpan kok.

Alasan aku menulis adalah dikarenakan aku menerima inbox menyampaikan kekuatiran warga pendatang yang berdomisili di Lombok. Berita mengenai Steven ini hadir disaat kita ini mulai terpecah oleh isu sara dan mengkotakkan kita dan ramai menjelang Pilkada DKI.

Aku mencari informasi terkait mengenai Steven namun hasilnya nil, kecuali berita dari media-media yang menyatakan dia adalah putra dari salah satu pengusaha ( aku sudah menerima pesan beserta berita resmi bahwa tidak benar Steven adalah putra dari pengusaha Winarko Sulistyo. Setelah ditelusuri bahkan dicek ke alamat yang tertera di KTP ternyata rumah tersebut telah kosong bertahun-tahun. Nomor NIK KTP valid dan tercantum pada KPU. Lalu siapakah sebenarnya Steven ini ?
Jujur, setelah ada komentar di IG mengenai klarifikasi beliau, aku baru melihat untuk pertama kali, kemarin malam bahwa Pak Gubernur Tuan Guru Bajang sudah membuat klarifikasi secara langsung perihal kejadian tersebut dan sudah memaafkan Steven.

Terlepas dari kejadian ini, sebagai minoritas dan aku sangat peduli pada bangsa ini. Berita-berita di sosial media telah menimbulkan keresahan dan kemarahan masyarakat. Peristiwa ini sangat menyudutkan kami sebagai warga minoritas di negeri ini dan untuk itulah aku berusaha mencari info yang valid dan aku meminta maaf jika copy paste pesan wa yang kuterima tidak kusaring terlebih dahulu.

Kebenaran akan muncul pada saatnya. Aku minta maaf jika berita yang kushare mengecewakan kalian. Terimakasih.

Peluk erat, Niluh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar