Mengapa Kompas.com Tidak Mengutuk Aksi Teror Bom di Cawang Delat Lokasi Tabligh Akbar Habib Rizieq?
Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)
Belum lepas dari rangkaian kriminalisasi ulama secara keji, kini muncul aksi teror bom mobil di Cawang saat ribuan umat Islam dan para ulama menggelar tabliq akbar, Minggu dini hari (16/4).
Peristiwa sangat biadab itu dengan cepat beredar di jaringan media sosial dan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Ini kasus besar dan sangat memprihatinkan.
Namun mengapa Kompas yang merupakan media utama pendukung terdakwa penista agama dan sangat terdepan menunjukan permusuhan kepada umat Islam bersikap bungkam?
Kalaupun kasus teror itu diberitakan Kampas, maka opini yang digiring akan menyudutkan umat Islam dengan segala isu yang menyesatkan dan penuh rekayasa.
Kompas yang dijuluki sebagai media “Komando Pastur” terkenal menjadi alat propoganda bagi kepentingan kelompok terkait. Dalam lima tahun terakhir ini sangat agresif mengadu-domba umat Islam dengan berbagai pemberitaan yang tidak objektif.
Terlebih jelang Pilgub DKI Jakarta, Kompas giat membela terdakwa penista agama dan gencar menggiring rakyat untuk menyudutkan para ulama yang kritis terhadap rezim Jokowi.
Bungkamnya sikap Kompas atas kasus teror bom mobil di Cawang saat tabliq akbar, makin menunjukan bahwa media binaan misionaris tersebut sangat benci dan memusuhi ulama dan umat Islam.
Kompas sangat giat menstigmakan kelompok-kelompok umat Islam dengan isu intoleran, radikal, anti kebhinekaan, anti Pancasila dan sebagainya.
Tapi ketika tokoh separatis Uskup Belo dan jaringan gereja Katolik menghasut umat Nasrani untuk berontak melepas Timor Leste dari NKRI, Kompas tidak menyebut tindakan itu radikalis, pengkhianat negara dan anti Pancasila.
Wajar bila aksi teror bom mobil yang terjadi di Cawang, membuat sorotan jutaan mata umat Islam tertuju pada Kompas. Peristiwa kriminal tersebut disinyalir tidak lepas dari gesekan politik ideologi.
Semoga umat Islam dan seluruh rakyat tetap tenang, kompak dan tidak terprovokasi. Para pelaku yang terlibat harus diusut tuntas agar umat Islam tidak terbakar amarah dan menimbulkan gejolak politik serius di negeri ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar