*Massa aksi buruh dibubarkan paksa, peserta aksi digampar Kasatintel Polres Tangerang*
Hari ini, Minggu 9 April 2017, aksi piket buruh Panarub Dwikarya dibubarkan paksa oleh aparat keamanan di Tugu Adipura Tangerang. Poster2 dirampas dan massa dibentak2. Aksi yg terdiri dari sebagian besar buruh perempuan ini diikuti pula oleh buruh Victory Chingluh Indonesia (VCI) dan Panarub Industry (PI).
Tidak hanya itu, aparat keamanan yg terdiri dari Satpol PP Tangerang dan Kasat Intel Polres Tangerang pun mengeluarkan kata-kata yg merendahkan nilai2 kemanusiaan. Kami disebut goblok, bacot, dan lain-lain.
Masih ada lagi. Ketika kawan kami, Emelia Yanti, berupaya menjelaskan aksi kepada aparat keamanan malah digampar Kasat Interl Polres Tangerang.
Seperti diketahui, setiap minggu buruh pembuat sepatu Adidas dan Mizuno di Panarub Dwikarya melancarkan aksi piket. Aksi ini sudah berlangsung lima tahun, seumur dgn kasusnya. Pemerintah gagal melindungi hak buruhnya dan membiarkan pemilik merek serta Grup Panarub berbuat sewenang-wenang.
Bulan ini, Walkot Tangerang mengeluarkan Perwal 02/2017 ttg larangan aksi di hari Sabtu dan Minggu. Tidak ada alasan kuat keluarnya aturan tersebut, kecuali ambisi merampas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Buktinya, kegiatan hiburan di Tugu Adipura dgn menggunakan sound system yg keras dibiarkan.
Narahubung: Kokom Komalawati ( +6283811434752)
Sumber: https://web.facebook.com/revolucionaire?hc_ref=SEARCH&fref=nf
Kasat Intel Polres Tangerang menampar sekjen GSBI saat membubarkan aksi buruh terrekam jelas dalam video ini.. @DivHumasPolri @KSPgoid pic.twitter.com/YktJC8aXI8— Asep Komarudin (@Aufklarung00) April 9, 2017
@Aufklarung00 @DivHumasPolri @KSPgoid coba kalau yg nampar itu bersorban, @Metro_TV bisa bahas 3 x 24 jam— Mari Gusur Penggusur (@LubisRizal) April 9, 2017
@Aufklarung00 @DivHumasPolri @KSPgoid Waduh,, merasa paling bener, lupa melayani, melindungi dan mengayomi, inikah kita? Indonesia?— andre L (@andrebirumuda) April 9, 2017
— #JR pengger kali#212 (@IpungLombok) April 9, 2017
@Aufklarung00 @Bekahapsara @DivHumasPolri @KSPgoid Wah, GAK BENER... berkuasa & bertugas HARUS punya kompetensi; kepala dingin....banget— H Ali Siregar (@tigorbah) April 9, 2017
@Aufklarung00 @DivHumasPolri @KSPgoid tapi memang berawal dr kata "diam pak polisi". Terdengar rude.— andri hariyanto (@andriejossh) April 9, 2017
@Aufklarung00 @SiBonekaKayu @DivHumasPolri @KSPgoid bini orang ente tampol aje bang, coba bini ente yg ditampol orang, yg nampol bakalan dituduh makaaaaaar!— #kodoksage (@triiiink) April 9, 2017
@Aufklarung00 @DivHumasPolri @KSPgoid Aparatur penegak hukum adalah mereka yang paling taat terhadqp hukum. Tindakan seperti ini jelas tak dibenarkan. LAWAN!— Imron Fhatoni (@Imronfhatoniwk) April 9, 2017
— sondong ^_^ (@aregkoleng) April 9, 2017
@Aufklarung00 @DivHumasPolri @KSPgoid maaf yah. Nampar nya nampar sayank. He he Mendidik itu. Geemeess. Knp mba² kliatannya njrocos. Peace !— Jeruk Lemon Peres (@LemonPeres) April 9, 2017
— Bang Informen (@Bang_Informen) April 9, 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar