Sabtu, 06 Mei 2017

Dendam Gubernur Kalbar Cornelis Kepada Habib Rizieq: Kalau Saya Tidak Sabar, Mungkin Kepala Habib Rizieq Sudah Jadi Korban Mandau Dayak

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengaku pernah dicaci maki pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dalam satu rekaman video yang diupload di Youtube.

Tetapi ia memohon warga Dayak untuk berlaku tenang serta tak terpancing serta terprovokasi dengan pernyataan ketua FPI yang berbuat tidak etis itu. “Habib Rizieq nyaci maki saya, ini bila saya putar (videonya) berdiri bulu tengkok (kuduk), hanya saya ndak ingin perduli ka’ ati die-lah, biarlah die-lah, ambek kaulah dunie ne yang utama saya bekerja, (yang utama saya bekerja), serta bukti saya kerja ada serta di dukung rakyat, Panglima Kodam, Polisi, serta Jaksa, tokoh orang-orang, ” kata Cornelis, pada bersilahturahmi Forkopimda Propinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (23/11).

Dendam Gubernur Kalbar Cornelis Kepada Habib Rizieq: Kalau Saya Tidak Sabar, Mungkin Kepala Habib Rizieq Sudah Jadi Korban Mandau Dayak


Dalam pertemuan itu terlihat ada Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, Kapolda Kalimantan barat Irjen Pol. Musyafak, Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Kebing Lyah, Kajati Kalimantan barat, Warih Sadono serta Ketua Komunitas Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Propinsi Kimantan Barat, Wadjidi. Menurut Presiden Majelis Kebiasaan Dayak Nasional, Indonesia yaitu tempat yang berbahagia. Ia mengakui nyaris semuanya negara didunia telah dikelilingi, bukanlah untuk berjalan-jalan namun ceramah.

“Menceramahi orang, habis ceramah pulang, paling akhir di Maroko, itu negara tak ada pohon. Dunia saat ini panas serta suhu bumi naik, bakal memengaruhi pangan serta memengaruhi manusia, manusia jadi tambah selalu, telah diterangkan oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo, kalau air serta pulau-pulau bakal hilang, ” katanya.

Ia mempertanyakan Ketua FPI Habib Rizieq yang suka mengecam beberapa orang Non-Muslim sebagai Kafir. “Kita ini malar bekalut (Kita repot mengurus) yg tidak utama. Kafir tidak Kafir Kafir tidak Kafir kerja, memangnya dia (Habib Rizieq) telah tau dianya ndak Kafir. Memangnya dia pernah mati hidup lagi serta menyampaikan wah, agamamu tak di terima lantaran kau Kafir. Namun anehnya gunakan perlengkapan yang di buat orang Kafir ingin. Saat ini kita dengan cara jujur saja, kita katakan, pengungsi di Timur Tengah, Pengungsi di Suriah, lari ke tempat orang yang dikira Kafir.

Orang kafir lagi berikan dia makan, orang Kafir lagi yang menyelamatkan dia dari Laut Mediterania. Masak sih kita kalah dengan orang yang sakit satu orang itu (Habib Rizieq). Saya selalu jelas, telah minta dibubarkan itu organisasi yang mengakibatkan kerusakan (FPI). Malam itu yang di Gajah Mada, saya bertanya Kapolda apakah butuh saya turun, tetapi beliau katakan tak perlu, tetapi hingga jam 3 (subuh) monitor selalu, ” ungkap Bekas Bupati Landak itu waktu dianya serta beberapa orang suku Dayak bersiap menumpas FPI bila polisi memerlukan.

Menurut Cornelis, kondisi lokasi Kalimantan barat sekarang ini aman tentram. “Setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu, dianya turun ke kampung-kampung, keliling, mengingatkan terlebih (warga Dayak) yang sumbunya pendek, yang gampang dihasut orang, naik panas mulai tarik Mandau supaya tak gampang terprovokasi, ” tegasnya. Cornelis menyebutkan didunia tak ada negara seperti Indonesia, yang terbagi dalam beribu-ribu pulau, berbagai kebudayaan serta suku bangsa beragam macam.

“Ini mesti disyukuri, potensi keanekaragaman untuk bangun negeri ini lebih cepat. Bila tak, orang dengan cara terencana terstruktur serta massif menginginkan menghancurkannya. Mengakibatkan Indonesia akan tidak dapat maju bila dalam beragam peluang senantiasa menuding pihak lain Kafir, ” katanya. Ia menerangkan cara penghancuran baik dengan memecah iris bangsa, termasuk juga dengan memakai narkoba begitu masif. “Nah, janganlah senantiasa mengharapkan polisi, tentara, gubernur, bupati, camat, namun dari sendiri. Agar bagaimana juga orang rayu kita supaya makan sabu-sabu bila kita tidak ingin, ndak jadi. ” Kata Cornelis.

Ia menghimbau lewat tokoh-tokoh agama, komunitas komunikasi umat beragama, komunitas kewaspadaan awal, tokoh orang-orang tolong berikan pesan, jangan sampai ingin dibawa-bawa lakukan keributan namun bekerjalah sesuai sama pekerjaan semasing. Kerjakan Bhineka Tunggal Ika dalam satu negara yang berlandaskan UUD 1945. “Saya tak pernah milih jadi Dayak, Tuhan mentakdirkan diri saya jadi Dayak, tinggal di Kalimantan barat hidup di Kalimantan barat. Saya juga tak pernah mimpi jadi Gubernur. Harapan saya dari kecil memanglah ingin jadi angkatan laut, ” kata anak polisi berpangkat Brigadir itu. Bekas Bupati Landak ini menyebutkan akibat gampang terprovokasi, berapakah kali berlangsung kerusuhan sosial di Kalimantan barat, hingga peristiwa paling akhir yang berlangsung pada 1997, tetapi hal semacam ini tak ada keuntungannya.

“Apa yang didapat, mengakibatkan kita semakin miskin, bodoh, ketinggal, sama-sama berprasangka buruk mencurigai, maka dari itu kita sulit menguber ketertinggalan kita. Berapakah triliun dana untuk bangun Kalimantan barat ini, bila tak ada keamananan, ketentraman serta ketertiban mana mungkin saja. Semuanya jalan akses kita bangun. Bandara juga. Saat ini keadaan telah baik janganlah dirusak cuma lantaran ikutan, ” kata Cornelis. Berkaitan permasalahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Cornelis memohon agar janganlah membawa permasalahan ke Kalimantan Barat. “Memangnya orang DKI ndak dapat mengurusinya. Kita telah nyaman disini, apa kalut. Ka’ati dielah sana ngurus dia. Kita ngurus kita, yang besawah-besawah, yang ke laut ke laut. Yang pegawai, pegawai, yang jual bakso, jual buah goreng pisang, buka warkop kerjakan, lantaran tanpa ada gerakan ekonomi tak dapat apa-apa, bagaimana ingin bayar pajak bila tak ada pendapatan, ” kata Cornelis. | AuraIndah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar